Breaking News:

Moeldoko & Luhut Dikritik, Ngabalin: Opung-opung & Eyang-eyang Dituduh & Dfitnah, Dimana Logika Kita

Ngabalin mengatakan, kritik melekat pada para menteri dan pimpinan lembaga di pemerintahan Presiden Jokowi.

Editor: Ilham Arsyam
Kompas.com
Ali Mochtar Ngabalin 

TRIBUN-TIMUR.COM - Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin membantah jika pejabat publik saat ini menjadi antikritik.

Ngabalin mengatakan, kritik melekat pada para menteri dan pimpinan lembaga di pemerintahan Presiden Jokowi.

Demikian Ali Mochtar Ngabalin merespons diskusi "Jangan Jadi Pejabat Publik kalau AntiKritik" di KOMPAS TV, Kamis (2/9/2021).

“Kenapa begitu, karena perintah Presiden Joko Widodo untuk selalu membuka diri,” tegas Ali Mochtar Ngabalin

“Kemudian (publik) memberikan masukan, saran terkait dengan perbaikan kinerja yang dilakukan oleh pemerintah, itu dalam hal kritik.”

Namun, lanjut Ali Mochtar Ngabalin, kalau ada yang menggunakan data-data yang palsu, sembrono, kemudian menuduh dan memfitnah hingga mencederai harkat dan martabat itu bukan kritik.

“Kita harus bisa menunjukkan data-data dan fakta-fakta orang yang dituduh, dicederai,” ujarnya.

“Mereka punya anak, cucu, punya keluarga besar, kemudian dituduh dan difitnah dengan hal sangat tidak lazim bagi orang yang mempunya etika,”

Oleh karena itu, Ali Mochtar Ngabalin tidak sepakat apa yang terjadi pada Kepala Staf Presiden Moeldoko dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dianggap sebagai kritik.

Apalagi sejauh ini, keduanya pejabat di pemerintahan Jokowi tersebut tidak pernah merasa gusar dengan kritik.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved