Penanganan Covid
BOR 4 Fasilitas Isolasi Covid-19 di Makassar 5,04 %, Kasus Aktif Sulsel Kini 5.218
Isolasi Apung terisi 44 TT dari 450 TT yang disediakan Pemkot Makassar. Angka itu sama dengan jumlah TT pada hari sebelumnya.
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Bed Occupancy Rate (BOR) ruang isolasi Covid-19 yang ada di Makassar mencapai 5,04 % per Kamis (2/9/2021).
Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel yang dikirimkan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sulsel, Husni Thamrin di grup WhatsApp Berbagi Informasi Covid-19 menyebutkan, untuk di Fasilitas Isolasi Terintegrasi (FIT) Sulsel di Asrama Haji Sudiang dari 1.500 tempat tidur (TT) yang disediakan hanya 40 TT yang terisi.
Angka itu turun 1 TT dari hari sebelumnya.
Sementara FIT Sulsel di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) terisi sekitar 88 TT dari 150 TT yang disediakan.
Angka itu turun 10 TT dari hari sebelumnya.
Sementata di Isolasi Apung terisi 44 TT dari 450 TT yang disediakan Pemkot Makassar. Angka itu sama dengan jumlah TT pada hari sebelumnya.
Sedangkan di Balai Besar Pelatihan (BBPK) Makassar yang diinisiasi Tim Bantuan Medis FK Unhas terisi 18 TT dari 80 TT yang disediakan.
Angka itu turun 4 TT dari hari sebelumnya.
Artinya, total TT yang terisi dari 4 fasilitas isolasi tersebut sekitar 110 orang atau 5,04 persen dari total kapasitas 2.180 TT.
Terkait kasus aktif di Sulsel, masih di atas 5 ribu kasus, tepatnya di angka 5.218 kasus aktif atau 4,97 persen dari total pasien terkonfirmasi Covid-19 di angka 104.937 orang.
Angka itu ternyata di atas rerata angka nasional yang hanya 189.571 kasus aktif atau 4,6 persen dari total terkonfirmasi 4.100.138 orang.
Meski demikian presentase angka pasien sembuh di Sulsel di atas rerata nasional, yakni 93,09 persen atau 97.691 orang.
Sementara nasional hanya 92,1 persen atau 3.776.891 orang.
Pun dengan presentase angka kematian di Sulsel hanya 1,93 persen atau 2.028 orang.
Angka itu di bawah rerata nasional sekitar 3,3 persen atau 133.676 orang.
Terkait jumlah testing di Sulsel, sudah mencapai 745.228 spesimen. Per 1 September hanya 5.482 spesimen yang diuji.
Di mana positivity rate-nya di angka 7,65 persen. Angka itu di atas batas aman menurut WHO 5 persen ke bawah. (*)