Breaking News:

Tribun Finance

Bank Mandiri Catat Transaksi Penukaran Mata Uang Asing Turun 29% di Sulsel

Imbasnya tidak ada kunjungan keluar negeri dan perjalanan umrah, serta hilangnya kunjungan wisatawan asing.

Penulis: Sukmawati Ibrahim | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN TIMUR/SUKMAWATI
Regional CEO Bank Mandiri Wilayah X/ Sulawesi dan Maluku, Muhammad Ashidiq Iswara 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Bank Mandiri Bank Mandiri Regional X Sulawesi dan Maluku mencatat terjadinya penurunan transaksi penukaran mata uang asing.

Pada semester I tahun 2021, khusus Sulawesi Selatan (Sulsel) tercatat penurunan transaksi penukaran hingga 29 persen dibanding periode sama tahun 2020 atau secara YoY.

Regional CEO Bank Mandiri Wilayah X/ Sulawesi dan Maluku, Muhammad Ashidiq Iswara, Kamis (2/9/2021) mengatakan penurunan ini dampak dari pandemi Covid-19.

Imbasnya tidak ada kunjungan keluar negeri dan perjalanan umrah, serta hilangnya kunjungan wisatawan asing.

"Kenapa turunnya 29 persen dibanding 2020 periode yang sama, karena kan saat itu pandemi mulai merebak di akhir Maret atau April yah. Dimana terjadi pembatasan dan tak ada kunjungan ke luar negeri," katanya.

"Sementara pada Januari sampai Februari 2020 masih banyak kunjungan keluar negeri ataupun kunjungan orang asing ke Indonesia," jelasnya.

Adapun total penukaran uang kertas pada semester I 2021 sebesar ekuivalen 6,6 juta dollar AS.

Sedangkan pada semester I 2020 sebesar ekuivalen 9,5 juta dollar AS.

Mata uang yang dipertukarkan pada semester I 2021 di Bank Mandiri Sulsel yaitu Dolar US (USD), Dolar Singapura (SGD), Euro (EUR), Yen Jepang (JPY), Poundsterling (GBP), Dolar Australia (AUD), Dolar Selandia Baru (NZD), Dolar Canada (CAD), Franc Swis (CHF) dan Ringgit Malaysia (MYR). 

"Didominasi mata uang USD 75 persen, SGD 18 persen , dan 7 persen sisanya mata uang lain seperti EUR, JPY," beber Ossy sapaan karibnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved