Breaking News:

Tribun Wajo

Warga Atakkae Wajo Kecewa ke Polisi, Tak Bisa Atasi Pengguna Knalpot Brong di Jalan Raya

Sukri menilai, pengguna knalpot brong di Kabupaten Wajo, terkhusus di Sengkang, malah semakin marak.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Saldy Irawan
tribuntimur.com
Dua kendaraan sepeda motor diamankan Polsek Pammana di lokasi balap liar, Jumat (16/4/2021) lalu. 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Penindakan knalpot brong di Kabupaten Wajo yang dilakukan Satlantas Polres Wajo terkesan setengah hati.

Bahkan, warga mengaku kecewa terhadap polisi lalu lintas pasca merebaknya isu pungutan liar (pungli) yang dilakukan polisi terhadap pengguna knalpot brong.

"Kemarin ramai isu soal dugaan pungli berkedok penertiban kenalpot racing (brong), pantas selama ini pengguna knalpot racing sulit ditertibkan jika isu itu benar adanya," kata warga Kelurahan Atakkae, Sukri, Rabu (1/9/2021).

Sukri menilai, pengguna knalpot brong di Kabupaten Wajo, terkhusus di Sengkang, malah semakin marak.

Sukri mengaku sangat kecewa melihat kinerja dari Satlantas Polres Wajo.

Dirinya berharap agar pihak kepolisian dapat serius memberantas penggunaan knalpot brong di Kabupaten Wajo.

Sebab suara yang dihasilkan dari knalpot bersuara bising itu sangat mengganggu kenyamanan warga dan pengguna knalpot brong itu kerap ugal-ugalan.

"Ugal-ugalan dan sangat membahayakan pengendara lain. Kemana lagi kami berharap selain ke pihak kepolisian yang mempunyai wewenang untuk melakukan penertiban," katanya.

Terpisah, Kasat Lantas Polres Wajo, AKP Hasanang mengatakan telah berupaya untuk melakukan penertiban knalpot brong di Kabupaten Wajo.

"Kami sudah gelar patroli siang dan malam untuk memantau pengendara dengan kasat mata jika melakukan pelanggaran," katanya.

Lebih lanjut, mantan Kasat Lantas Polres Soppeng itu juga membantah isu adanya pungli yang dilakukan anggotanya dalam menindak pengguna knalpot brong.

Apabila ada anggota Satlantas Polres Wajo yang melakukan praktik pungli, Hasanang pun meminta agar dilaporkan ke Propam Polres Wajo.

"Kami juga tidak pernah meminta uang. Namun jika ada oknum Satlantas melakukan itu silahkan masyarakat laporkan ke Propam agar diberi sanksi," katanya.

Isu anggota Satlantas Polres Wajo yang meminta sejumlah uang terhadap pengguna knalpot brong diungkapkan oleh anggota komunitas mobil di Kabupaten Wajo, yang mengklaim kerap jadi korban.

Tarif yang diminta oknum tersebut beragam, mulai dari Rp 250 ribu sampai Rp 500 ribu.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved