Breaking News:

Tribun Wajo

Dampak Banjir di Wajo, Petani Rugi Rp452 Miliar, Padahal Sebentar Lagi Panen

Selain menggenangi rumah warga, banjir juga menggenangi area persawahan warga di 14 kecamatan di Bumi Lamaddukelleng.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Saldy Irawan
tribun-timur
Tanaman padi warga yang siap panen terancam puso akibat diterjang banjir, Minggu (29/8/2021) lalu. 

TRIBUNWAJO.COM, SABBANGPARU - Banjir makin meluap di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Selasa (31/8/2021).

Selain menggenangi rumah warga, banjir juga menggenangi area persawahan warga di 14 kecamatan di Bumi Lamaddukelleng.

Bila Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Wajo mencatat ada 16.824 ha padi warga terdampak, sejak Sabtu (28/8/2021) kemarin, kini sudah mencapai 21.023, Selasa (31/8/2021).

Selain pada warga yang siap panen tergenang banjir, ada juga area tanaman jagung warga seluas 460 ha terdampak banjir.

"Jadi ada tambahan sekitar 4 ribu lebih hektare dari data sebelumnya yang mencatat 16.824 hektare, kini kita mencatat ada 21.023 hektare yang terdampak banjir," kata Kepala DPKP Wajo, Muhammad Ashar.

Bila ditotal, dari 21.023 ha ditaksir 5 ton per ha, ada sekitar 105.115 ton.

Hasilnya, bisa mencapai Rp 452 miliar kerugian warga akibat terancam gagal panen atau puso.

Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan-Pengamat Hama Penyakit (POPT-PHP) aktif melakukan pemantauan di lokasi terdampak banjir.

Pihaknya sementara melakukan pemetaan dan pendataan terhadap sawah-sawah petani yang padinya rusak.

"Kami sudah melakukan pemantauan. Kalau air sudah surut kita lihat mana padi yang mati dan masih bertahan. Kemudian dilakukan pendataan kembali pada lahan yang padinya mati," katanya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved