Breaking News:

Tribun Wajo

Korban Banjir di Kabupaten Wajo Minim Bantuan

Banjir di Kabupaten Wajo mulai meluap pada Sabtu (28/8/2021) lalu, pasca hujan deras semalaman mengguyur.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Saldy Irawan
St Hamdana/tribunwajo.com
Badan SAR Nasional (Basrnas) menerjunkan satu tim untuk memantau daerah banjir yang menggenangi badan jalan di Dusun Ujung Kessi, Desa Lowa, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, Sulsel, Rabu (31/5/2017). 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Beberapa kecamatan yang terdampak banjir di Kabupaten Wajo, sudah surut. Namun, di beberapa kecamatan, khususnya di pesisir Danau Tempe, banjir makin meluas, Senin (30/8/2021).

Banjir di Kabupaten Wajo mulai meluap pada Sabtu (28/8/2021) lalu, pasca hujan deras semalaman mengguyur.

Lalu, apa yang dibutuhkan warga yang terdampak maupun yang saat ini masih berjibaku dengan banjir?

Di Kecamatan Pitumpanua, tercatat ada 2.572,8 ha padi warga siap panen terendam banjir.

"Bisa dipastikan musim tanam ini kita puso. (Kalau soal bantuan) kita harap ada bantuan pertanian, kayaknya benih saja tidak cukup untuk menghitung kerugian kami," kata salah satu warga di Pitumpanua, Sulaiman.

Sulaiman yang rumahnya terdampak banjir juga mengaku belum mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah.

Di kecamatan paling utara di Kabupaten Wajo itu, banjir pun sudah surut.

Lalu, di Kelurahan Salomenraleng dan Kelurahan Laelo, Kecamatan Tempe, masyarakat lebih membutuhkan bantuan bambu dan air bersih.

Bambu digunakan untuk titian jalan dati rumah ke rumah sebagai akses jalan, dan air bersih digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Pemerintah Kabupaten Wajo sendiri belum bisa menaksir total kerugian akibat banjir yang melanda Bumi Lamaddukelleng.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved