Breaking News:

Tribun Wajo

Berpotensi Hujan Lebat, Warga di Kabupaten Wajo Diimbau Waspada Banjir Susulan

Potensi hujan sedang dan lebat yang disertai petir, serta angin kencang masih memungkinkan berlanjut.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/HARDIANSYAH ABDI
Bupati Wajo, Amran Mahmud meninjau lokasi banjir, Sabtu (28/8/2021). 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Bupati Wajo, Amran Mahmud mengingatkan masyarakat atas bahaya banjir susulan yang mengintai Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Berdasar laporan prakiraan cuaca dari Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang disampaikan melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Wajo pada, Minggu (29/8/2021) potensi hujan sedang dan lebat yang disertai petir, serta angin kencang masih memungkinkan berlanjut.

Hujan sedang dan lebat terjadi di sebagian wilayah Wajo, Sidrap, Soppeng, Luwu, Enrekang, Pinrang dan Parepare, serta daerah lainnya, bisa berlangsung hingga beberapa hari ke depan.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada sebagai langkah antisipasi terhadap hal-hal yang tidak diinginkan, khususnya untuk daerah yang berpotensi banjir," kata Amran Mahmud, Senin (30/8/2021).

Ia juga berharap kepada seluruh unit penanganan bencana, OPD terkait, pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan untuk selalu siaga dan tetap waspada.

“Kita berharap agar banjir segera surut dan tentu keinginan kita tidak ada banjir susulan. Tapi sekali lagi, kita tidak boleh lengah, sehingga saya minta untuk selalu siaga setiap saat,” katanya.

Banjir melanda Kabupaten Wajo pada Sabtu (28/8/2021) lalu di 63 desa/kelurahan di 12 kecamatan.

Ribuan unit rumah terendam, termasuk yang mengalami kerusakan tergolong parah.

Kendati demikian, dibanding sehari sebelumnya, sebagian wilayah ketinggian airnya perlahan menurun.

Bahkan di beberapa wilayah, sudah bisa dilewati atau diakses kembali.

“Kami tetap siagakan Tim Reaksi Cepat kita serta tetap berkoordinasi dengan tim dari Unit Penanganan Bencana dari OPD lain serta pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan,” katanya.

Sejauh ini, TRC PB Kabupaten Wajo masih terus melakukan asessment di lokasi yang terdampak banjir.

Selain rumah, 16 ribu hektare lebih persawahan warga yang terendam banjir dan terancam puso dengan taksiran kerugian mencapai ratusan miliar rupiah.

Di beberapa wilayah, ketinggian air masih mencapai 1 meter.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved