Breaking News:

Kahar Mudzakkar

Kisah Kahar Mudzakkar, Patriot Asal Sulawesi Selatan yang Dicap Pemberontak oleh Pemerintah Soekarno

Namun, sejarah mencatat, ia dan pasukannya pernah disergap oleh pasukan Siliwangi dan ditembak mati pada tahun 1965.

Editor: Muh. Irham
int
Abdul Kahar Mudzakkar 

TRIBUN-TIMUR.COM - Inilah kisah Kahar Mudzakkar, mantan pengawal pribadi Presiden Soekarno. Sebagian masyarakat Sulawesi Selatan meyakini, pria asal Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan tersebut masih hidup.

Saat menjadi pengawal Soekarno, Kahar Mudzakkar adalah satu-satunya pegawal presiden yang hanya bersenjata parang saat berlangsung perundingan Ikada di Jakarta pada tahun 1945.

Menjadi pengawal Soekarno
Menjadi pengawal Soekarno (ist)

Namun, sejarah mencatat, ia dan pasukannya pernah disergap oleh pasukan Siliwangi dan ditembak mati pada tahun 1965.

Kisah Kahar Mudzakkar bermula ketika ia membelot dari pemerintahan Soekarno-Hatta. Pembelotan dilakukan lantaran tuntutannya agar pasukan Komando Gerilya Sulawesi Selatan (KGSS) yang ia pimpin, dimasukkan dalam barisan APRI (Angkatan Perang Republik Indonesia), tidak direstui oleh Presiden Soekarno.

Tuntutan itu tertuang dalam surat yang ia kirimkan ke Soekarno pada tanggal 30 Apri 1965. Kala itu, Kahar menyebut nama pasukannya dengan Brigade Hasanuddin

Surat itu ia kirimkan ke Soekarno sebagai respon atas keinginan pemerintah yang ingin membubarkan KGSS setelah revolusi kemerdekaan dinyatakan berakhir.

Akan tetapi, rupanya Soekarno, melalui Alex Kawilarang, panglima Indonesia Timur di Makassar kala itu, tidak merespon dengan baik tuntutan itu.

Soekarno menyebut bahwa pasukan KGSS yang dipimpin Kahar Mudzakkar, sebagian besar tak memenuhi syarat untuk direkrut menjadi tentara profesional.

Kala itu, memang untuk menjadi anggota APRI, harus dilakukan seleksi agar mereka bisa menjadi tentara yang profesional.

Pemerintah hanya bersedia memasukkan eks-KGSS ke dalam Korps Cadangan Militer. Hal itu tentu tak sesuai harapannya. Di situlah kekecewaan Kahar memuncak. Kemudian Kahar membentuk brigadenya sendiri.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved