Breaking News:

Tribun Kampus

Prof Idrus: Unhas Perlu Simulasi Sebelum Lepas FT jadi Institut

Status pengelolaan keuangan menjadi indikator penting sebuah PT dalam melakukan aktivitas atau menjalankan program.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
Screenshot Youtube dr Helmiyadi SpOT
Mantan Rektor Unhas, Prof Idrus Paturusi menceritakan kronologi dirinya terpapar virus Corona (Covid-19) hingga dinyatakan sembuh. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Mantan Rektor Unhas, Prof Idrus Paturusi turut berkomentar soal rencana pengembangan Fakultas Teknik (FT) sebagai institut.

Idrus Paturusi menilai, perlu ada simulasi lebih dulu, utamanya soal tata kelola keuangan perguruan tinggi.

Sebab, FT saat menjadi institut tidak akan mungkin mendapat gelar perguruan tinggi berbadan hukum atau PTNBH.

Klasifikasinya berjenjang, mulai dari Perguruan Tinggi Negeri Baru PTNB), Satker, BLU dan PTNBH.

"Tidak mungkin FT pisah dengan Unhas dan langsung jadi PTNBH, karena berjenjang. Tapi tidak mungkin jadi PTNB karena kita sudah lama, paling-paling satker dan BLU kalau ada kebijakan langsung dari pemerintah," ucap Idrus Paturusi lewat agenda Tudang Sipulung FT UH, Sabtu (28/8/2021).

Sementara, status pengelolaan keuangan menjadi indikator penting sebuah PT dalam melakukan aktivitas atau menjalankan program.

"Kita harus secara bertahap bikin simulasi. Jika status satker apa kelemahan  dan kelebihannya dan kalau BLU seperti apa," ujarnya.

Ketua Harian IKA Unhas ini menggambarkan, saat memimpin Unhas dengan status Satker.

Kala itu, Unhas ketiban masalah dianggap menyebabkan kerugian negara senilai Rp40 miliar karena membelanjakan uang langsung tidak lewat kas negara.

Penggunaan dana dengan status satker sangat rumit kata Idrus. 

Perlu ada permohonan proposal ke kementerian, dan prosesnya membutuhkan waktu satu hingga dua pekan.

"Solusinya kita sudah diskusikan, karena agak sulit masuk BLU, dan harus ada aturannya kalau mau jadi BLU," jelasnya.

Idrus bilang, FT jadi institut sudah lama diwacanakan, masih di masa Radi A Gany sebagai rektor.

Selain persiapan tata kelola keuangan, risiko memisahkan diri bisa berdampak pada posisi Unhas sebagai salah satu PT yang masuk world class university.

"Sekarang kita perlu memikirkan, jangan buru-buru untuk mau lepas," tegasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved