Breaking News:

Tribun Makassar

Pakar Politik Makassar, Arqam Azikin: Ini Tiga Komponen Mengancam Ketahanan Indonesia

UU No. 3 pasal 3, sistem pertahanan non-militer menempatkan lembaga pemerintah sebagai unsur utama.

Penulis: Kasdar Kasau | Editor: Saldy Irawan
tribun-timur
Pelaksana kegiatan Webinar Nasional dan Peluncuran Buku Strategi Baru Pertahanan Negara, Ketum HMPI Korwil Sulsel, Takdir Khair, Ketua Bidang Politik dan Pemerintahan HMPI Korwil Sulsel, Muh. Fajar dan penulis buku Strategi Baru Pertahanan Negara, Dr. Arqam Azikin foto bersama usai menggelar acara di Studio Lt 2 Redaksi Tribun Timur, Jl. Cendrawasih no. 430, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (28/8/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ada tiga komponen yang mengancam ketahanan Negara Republik Indonesia (RI).

Hal tersebut disebutkan oleh penulis buku Strategi Baru Pertahanan Negara, Dr. Arqam Azikin.

Arqam menyebutkan bahwa ada ancaman militer, non-militer dan Hibrida.

"Indonesia harus menerapkan pola pertahanan militer didukung oleh kekuatan pertahanan dan non-militer sesuai eskalasi yang dihadapi bangsa kita kedepan," ungkapnya.

UU No. 3 pasal 3, sistem pertahanan non-militer menempatkan lembaga pemerintah sebagai unsur utama.

"Harus didukung elemen bangsa lain," ungkapnya.

Cakupan ketiga elemen yang dimaksud konsep baru adalah pertahanan negara.

"Kalau ini terus dilakukan secara berkesinambungan dan intensif maka tidak lagi menerima ancaman non-militer," jelasnya.

Usia pendidikan di SMP sederajat, SMA sederajat dan Perguruan Tinggi, sangat perlu diterapkan konsep wawasan kebangsaan, bela negara, serta ketahanan negara sejak dini, yang akan mewujudkan Generasi Pertahanan Negara.

"Generasi sekarang peta sejarahnya semakin kabur, penetrasi cyber semakin kuat jadi doktriner juga berpindah dengan cara yang lain," katanya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved