Breaking News:

Polres Enrekang

AKBP Andi Sinjaya Galib: Bijak dalam Bersosial Media, Jangan Mudah Terprovokasi

Kapolres Enrekang AKBP Dr Andi Sinjaya menjadi narasumber di gerakan nasional literasi digital 2021 di Kabupaten Ogan Komering Ilir

Editor: Suryana Anas
Polres Enrekang
Kapolres Enrekang AKBP Dr Andi Sinjaya SH SIK MH menjadi sebagai salah satu narasumber di gerakan nasional literasi digital 2021 di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. 

ENREKANG -- Melalui zoom webinar, Kapolres Enrekang AKBP Dr Andi Sinjaya SH SIK MH menjadi sebagai salah satu narasumber di gerakan nasional literasi digital 2021 di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan.

Pada kegiatan ini di Ikuti Bupati Ogan Komering Ilir H.Iskandar,SE, Staf Pemkot Kecamatan Plaju Rizki Kurniati Soputan,Amd, Jurnalis dan Wakil Ketua I PWI OKI Nuruin,S.IP,M.Si, Ex content development in edu-tech startup Dinda Saraswati Dipoyono dan para peserta masyarakat digital.

AKBP Andi Sinjaya yang menjadi narasumber membawakan materi tentang social media and its discontents "turnback the negatives into positives" (media sosial dan penyalahgunaan isi"ubah yang negatif menjadi positif")

Kapolres Enrekang menjelaskan seperti yang kita lihat sekarang di zaman sekarang melalui sosial media banyak yang menjanjikan seperti kemudahan dalam akses informasi, promosi produk, jaringan bonus lebih luas, kemudahan dalam bertransaksi dan lain-lain.

Akan tetapi masih ada oknum atau masyarakat yang tidak bertanggung jawab menggunakan kemudahan tersebut kearah yang negatif seperti melakukan penipuan, hoax, konten kasar, predator anak dan lain-lainnya. 

Ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti penggunaan sosial media yang berlebihan , adanya orang yang memanfaatkan sosial media untuk kepentingan diri sendiri, kurang bijak bersosial media dan masih banyak faktor lainnya.

Melalui kegiatan ini, bagaimana kita mendorong masyarakat dalam menggunakan sosial media secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan  kognitif-nya untuk mengidentifikasi hoax serta mencegah terjadinya berbagai dampak negatif dalam penggunaan sosial media.

Secara statistik, penggunaan sosial media di dunia sangat besar, pengguna sosial media aktif sekitar 53,6% dari total populasi.

Di Indonesia sendiri kepercayaan masyarakat terhadap media mainstream cukup tinggi.

Jika pemanfaatan media sosial tidak menyimpang maka dapat dibayangkan efek positif yang dapat dinikmati oleh seluruh pengguna media sosial yang ada di dunia.

Dengan demikian, Kapolres Enrekang ajak pengguna media sosial ubah kebiasaan negatif menjadi sesuatu yang positif seperti bijak dalam berselancar di media sosial, mengatur waktu, serta bijak dalam memilih maupun meneruskan konten.

"Bijak dalam bersosial media, jangan terpancing dengan judul yang provokatif, apabila menemukan berita hoax maupun bersifat ajakan kearah yang negatif segera laporkan ke aduan konten kominfo" Tegasnya.

Kemudian manfaatkan sosial media untuk menambah ilmu, berbagi pengetahuan dan berjejaring serta gunakan peluang yang ada dalam berbisnis

Ia menambahkan "dunia digital padat informasi, pilih informasi yang berasal dari sumber yang dapat di percaya, memberikan manfaat bagi kita dan dapat membantu dalam mengembangkan diri kita," tutupnya

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved