Breaking News:

Tribun Bantaeng

Data RDKK Bantaeng Dianggap Kacau, Ini Penjelasan Dinas Pertanian

Aliansi Anak Petani Bantaeng menganggap data Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) penerima pupuk subsidi di Bantaeng kacau.

Penulis: Achmad Nasution | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/ACHMAD NASUTION
Aliansi Anak Petani Bantaeng saat menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Dinas Pertanian Bantaeng, Senin, (2382021). 

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Aktivis yang tergabung dalam Aliansi Anak Petani Bantaeng menganggap data Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) penerima pupuk subsidi di Bantaeng kacau.

Hal ini disampaikan saat aksi demonstrasi yang digelar di depan kantor Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng, Senin, (23/8/2021) lalu.

Menanggapi aksi tersebut Kepala Seksi Pupuk dan Pestisida, Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng, Nur Salam mengatakan bahwa banyaknya petani yang tidak terdaftar karena kesalahan petani itu sendiri.

"Banyak petani yang tidak mau setor KTP-nya pas tidak ada nanyanya baru berteriak," kata Nursalam saat dihubungi TribunBantaeng.com, Kamis, (26/8/2021).

Menurutnya, syarat untuk terdaftar di RDKK harus melampirkan foto copy KTP untuk mengetahui nomor NIK dan ibu kandung.

"Bagaimana mau ditau nomor NIK KTP kalau tidak setor KTPnya, jadi ada yang tidak mau menyetor karena mereka anggap sama dengan tahun lalu," lanjutnya.

Nursalam juga menjawab soal kinerja Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

Kata dia, PPL sudah bekerja di lapangan dengan memberikan edukasi ke setiap kelompok tani beserta anggotanya melalui ketua kelompok masing-masing.

Kini PPL kembali lagi turun ke lapangan untuk melakukan pendataan agar tidak ada lagi petani yang tidak terdaftar di RDKK.

"Sekarang juga dalam proses RDKK lagi untuk 2021 mereka turun rapat untuk undang semua anggota kelompok tani harapannya tidak ada lagi petani yang tidak terdaftar untuk tahun 2022," jelasnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved