Breaking News:

Tribun Wajo

Bupati Wajo Panen Raya di Keera, Sebut Ada 95 Ribu Hektar Padi Siap Panen

Salah satu tokoh masyarakat yang juga petani setempat, Haji Bahar setidaknya memiliki 50 hektar sawah yang siap panen.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Saldy Irawan
tribun-timur
Ket gam: Bupati Wajo, Amran Mahmud menggelar panen raya bersama masyarakat di Desa Paojepe, Kecamatan Keera, Kabupaten Wajo, Jumat (27/8/2021). 

 
TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Bupati Wajo, Amran Mahmud menggelar panen raya bersama masyarakat di Desa Paojepe, Kecamatan Keera, Kabupaten Wajo, Jumat (27/8/2021).

Salah satu tokoh masyarakat yang juga petani setempat, Haji Bahar setidaknya memiliki 50 hektar sawah yang siap panen.

"Sektor pertanian, khususnya padi, menjadi salah satu tumpuan Kabupaten Wajo, menjaga laju perekonomian di tengah pandemi Covid-19. Kontribusinya diharapkan terus meningkat di masa mendatang," kata Amran Mahmud.

Menurutnya, ada sekitar 95 ribu hektare luas wilayah tanaman padi musim rendengan sudah mulai dipanen di Kabupaten Wajo.

Berdasarkan hasil ubinan atau perkiraan Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Wajo, tiap hektarenya menghasilkan sekitar enam ton padi.

Adapun harga per kilogramnya berada di kisaran Rp4.400 sampai Rp4.500.

"Hitung-hitungannya, akan ada sekitar 570 ribu ton hasil panen padi di Wajo. Jika dihitung dan dirupiahkan berdasarkan harga saat ini, itu kurang lebih senilai Rp2,5 triliun," katanya.

Usai menggelar panen raya, Amran Mahmud pun melepaskan benih ikan di embung milik Haji Bahar.

Hal itu sebagai dukungannya terhadap salah satu program unggulan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo yaitu pertanian terpadu.

"Kami berharap dan saya tantangki' untuk ke depannya bisa diupayakan ada peternakan di kawasan pertanian terpadu milikta'. Dinas terkait akan siap membimbing dan mengarahkan terkait hal tersebut," katanya.

Amran juga mendorong kepada masyarakat untuk bisa mengembangkan pertanian terpadu di lahan milik mereka masing-masing.

"Jadi pertanian terpadu itu bukan hanya untuk lahan milik desa dan kelurahan, tapi lebih kepada masyarakat. Ini adalah bentuk upaya kita agar bisa meningkatkan produktivitas lahan yang ada. Jadi, selain bertanam padi, juga budi daya ikan, peternakan, ayam, misalnya," katanya.

Sementara itu, Haji Bahar bersyukur dan berterima kasih atas kepedulian pemerintah terhadap sektor pertanian yang menjadi andalan masyarakat.

"Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas kesediaan Bapak Bupati untuk hadir dan melaksanakan panen di lahan kami. Apa yang disarankan tadi oleh beliau untuk menghadirkan peternakan akan kami upaya," katanya.

Lebih lanjut, Haji Bahar menyebutkan bahwa pertanian terpadu adalah bentuk dukungan antara pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved