Taliban
Mantan Menteri TI di Era Ashraf Ghani Kini Jadi Pengantar Pizza di Jerman
Namun ada juga pejabat yang meninggalkan negara tersebut karena berselisih paham dengan Presiden Ashraf Ghani.
TRIBUN-TIMUR.COM - Afghanistan kini telah dikuasai oleh Taliban. Pascaperebutan kekuasaan berlangsung, para pejabat Afghanistan ramai-ramai meninggalkan negara tersebut.
Mereka berpencar ke negara-negara yang mau menampung mereka.
Namun ada juga pejabat yang meninggalkan negara tersebut karena berselisih paham dengan Presiden Ashraf Ghani.
Salah satu mantan pejabat Afghanistan pindah ke negara lain adalah, Sayed Ahmad Shah Saadat. Ia adalah mantan Menteri Bagian Komunikasi IT di Era Pemerintahan Presiden Ashraf Ghani.
Sayed Ahmad kini sudah berada di Jerman dan kini berprofesi sebagai pengantar Pizza.
Sayed Ahmad Shah Saadat pindah ke Jerman karena berselisih paham dengan Ghani, dia memutuskan meletakkan jabatannya.
Ahmad Shah awalnya disebut berusaha membantu isu komunikasi di Afghanistan, namun terlibat perselisihan dengan Ghani.
Koran setempat Leipziger Volkszeitung melaporkan, dia diketahui tinggal di Leipzig setelah mundur dari jabatannya.
Beberapa bulan menetap di Jerman, Ahmad Shah pun kehabisan uang dan terpaksa bekerja sebagai pengantar pizza.
Foto yang beredar menunjukkan dia mengenakan pakaian oranye, berkendara menggunakan sepeda mengantarkan makanan ke pelanggan.
Zee News dikutip India.com Rabu (25/8/2021) memberitakan, si mantan menteri punya dua gelar di bidang komunikasi dan teknik elektro.
Kariernya pun tak kalah mentereng, dengan kabar menyebutkan dia sudah bekerja untuk 20 perusahaan di 13 negara.
"Saat ini, saya menjalani hidup yang sederhana dan merasa aman di Jerman. Saya bahagia bersama keluarga saya di Leipzig," kata dia.
Ahmad Shah menerangkan tujuannya saat ini adalah menghemat uang supaya bisa mengambil studi di "Negeri Bir".
Dia mengungkapkan sudah mengajukan banyak lamaran namun tak ada yang diterima, seraya mengutarakan minatnya bekerja di perusahaan telekomunikasi.
Ahmad Shah diketahui meninggalkan Afghanistan pada 2020, atau setahun sebelum Taliban kembali ke pucuk kekuasaan.
Dia enggan mengomentari perkembangan terbaru, namun mengaku tidak menyangka pemerintahan Ghani akan cepat jatuhnya.
Diketahui Ashraf Ghani meninggalkan negaranya setelah Taliban menguasai ibu kota Kabul pada 15 Agustus lalu.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/sayed-ahmad-shah-saadat.jpg)