Breaking News:

Tribun Bantaeng

Program Inovasi Guru dan Rehab Balla Lompoa Disorot Mahasiswa, ini Penjelasan Kadis Dikbud Bantaeng

Bentuk protes disampaikan melalui aksi unjuk rasa yang digelar di depan kantor Dikbud Bantaeng, Selasa, (24/8/2021).

Penulis: Achmad Nasution | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/ACHMAD NASUTION
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bantaeng, Muhammad Haris saat ditemui di ruangannya, Rabu, (18/8/2021) 

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bantaeng mendapat sorotan dari Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng (HPMB) Raya.

Mereka menyorot program Satu Guru Satu Inovasi Dikbud Bantaeng yang dianggap tidak bermanfaat bagi siswa.

Kemudian, terkait cagar budaya Balla Lompoa di Benteng Somba Opu Makassar yang kondisinya sangat memprihatinkan tetapi dianggap tidak ada upaya perbaikan hingga saat ini.

Bentuk protes disampaikan melalui aksi unjuk rasa yang digelar di depan kantor Dikbud Bantaeng, Selasa, (24/8/2021).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisbud) Bantaeng, Muh Haris mengatakan, program satu guru satu inovasi dimunculkan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengajar.

"Karena dengan inovasi itu dia mencoba membaca buku dan membandingkan teori.," kata Muh Haris saat dihubungi TribunBantaeng.com, via telepon selular Rabu, (25/8/2021).

Dijelaskan, guru sempat berada pada zona nyaman yang hanya sekedar mengajar.

Guru tidak memperdulikan bahan ajar, tema, pendekatan metode dan media yang akan digunakan ketika mengajar agar siswa bisa paham.

Dengan adanya inovasi itu, Haris menganggap bisa memacu guru untuk menganalisis kendala yang sedang dihadapi untuk menciptakan solusi.

"Kita minta kepada guru dalam pembelajaran apa yang menjadi kendala apa yang menjadi hambatan, tulis itu lakukan perbandingan dengan metode lain lakukan refleksi, refleksi itu yang disebut inovasi pembelajaran," jelasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved