Breaking News:

Tribun Wajo

Pemkab Wajo Gandeng BNI Sengkang Latih Pelaku UMKM Sutra

Upaya ini dilakukan agar tenun sutra dari daerah bisa berdaya saing dan menjadi industri kreatif sesuai pasar lokal dan global.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Hasriyani Latif
Humas Pemkab Wajo
Pemerintah Kabupaten Wajo menggandeng BNI Cabang Sengkang menggelar pelatihan bagi pelaku UMKM kain tenun sutera Sengkang ​di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo, Rabu (25/8/2021). 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Pemerintah Kabupaten Wajo menggandeng BNI Cabang Sengkang menggelar pelatihan bagi pelaku UMKM kain tenun sutra Sengkang.

Ada 50 pengrajin tenun sutra yang terlibat dalam pelatihan yang digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo, Rabu (25/8/2021).

Upaya ini dilakukan agar tenun sutra dari daerah bisa berdaya saing dan menjadi industri kreatif sesuai pasar lokal dan global.

"Pemkab Wajo akan terus melakukan berbagai upaya untuk menumbuhkembangkan persutraan. Ini salah satu komitmen kami untuk menjaga kejayaan sutera di Bumi Lamaddukelleng," kata Bupati Wajo, Amran Mahmud.

Pada kesempatan itu, Amran juga menyampaikan, meskipun dalam masa pandemi mesti tetap semangat memulihkan perekonomian.

"Meski pandemi, kita tetap berupaya untuk pemulihan ekonomi dan memastikan kegiatan ekonomi masyarakat tetap berjalan dengan pembatasan dan protokol kesehatan yang ketat," katanya.

Upaya pengembalian kejayaan sutra di Wajo sudah dimulai sejak tahun lalu.

Kegiatan pengembangan persutraan di sektor hulu, yang meliputi penanaman murbei, pemeliharaan ulat sutra, dan pengolahan kokon ke depan terus diupayakan seiring dengan kebutuhan mesin produksi benang sutra yang akan terpasang. 

Sedangkan kegiatan hilir yang meliputi pemintalan benang sutera, pertenunan kain sutra, pewarnaan sutera, hingga diversifikasi produk sutera akan terus diupayakan untuk menghasilkan produksi sutra yang berkualitas.

"Mempunyai nilai jual tinggi yang pada gilirannya dapat meningkatkan pendapatan para pelaku UKM perajin sutera," kata wakil bupati Wajo periode 2009-2014 itu.

Dirinya berharap, pasca pelatihan ini, ada inovasi dari para pengrajin sutra tenun yang ada di Kabupaten Wajo.

"Kita ingin agar sutra Wajo ini agar tidak hanya terkesan pakaian untuk kegiatan resmi atau acara tertentu. Kita ingin agar sutra ini bisa juga menjadi pakaian pilihan milenial dengan model dan kreativitas yang menarik," katanya.

Apalagi, salah satu pemateri yang hadir pada kesempatan itu adalah Defrico Audy, salah satu desainer kondang Indonesia yang juga Fashion Guru Indosiar.

"Saya minta kepada pemateri kita untuk bisa menjawab harapan saya ini dengan menyampaikannya kepada peserta pelatihan. Juga bagaimana upaya untuk menggaet kaum milenial untuk bisa ikut mencintai bahkan ikut dalam proses tenun sutra itu sendiri," katanya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved