Breaking News:

Tribun Selayar

Pelaku Tak Ditahan, Pelajar Korban Penganiayaan di Bontomalling Selayar Alami Trauma

Padahal sebelumnya, polisi telah mengamankan enam orang yang diduga pelaku penganiayaan tersebut.

Penulis: Firki Arisandi | Editor: Suryana Anas
Dok. Wahyu
Pelajar korban penganiayaan di Selayar, SA 

TRIBUNSELAYAR.COM, PASIMASUNGGU - Pelajar korban penganiayaan di Bontomalling Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel) disebut kini mengalami trauma.

Ia menjadi korban penganiayaan, Sabtu (21/8/2021) lalu.

Salah satu keluarga korban, Ashari menjelaskan, saat ini kondisi kejiwaan SA terguncang.

"Ini anak kasihan sekali. Dia tidak tahu apa-apa tiba-tiba dihadang dan dikeroyok. Sejak kejadian, tidak pernahmi keluar rumah kodong, takut ki. Tidak masuk sekolah mi juga," jelas Ashari, Rabu (25/8/2021).

Ironisnya, kondisi ini menurut Ashari kian miris setelah korban dan keluarganya mendapat kabar bahwa pelaku penganiayaan tak ditahan oleh polisi.

Padahal sebelumnya, polisi telah mengamankan enam orang yang diduga pelaku penganiayaan tersebut.

Dari hasil pemeriksaan, polisi kemudian menetapkan seorang sebagai tersangka.
Namun pihak Keluarga korban mempertanyakan alasan polisi yang tidak melakukan penahanan.

Menurut Ashari, kepolisian harusnya memandang kasus penganiayaan anak ini secara luas dengan memperhatikan dampak yang kemudian bisa ditimbulkan karena pelaku tidak ditahan.

"Tidak ada yang bisa pastikan semuanya akan aman meskipun sudah ditangani polisi. Apalagi pelaku saat ini dibiarkan berkeliaran bebas. Wajar kalo adik kami trauma karena takut kejadian tersebut akan berulang," tambahnya.

Saat ini, korban juga menderita luka fisik setelah dianiaya. Korban bahkan sempat menjalani perawatan di puskesmas terdekat.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved