Breaking News:

Tribun Jeneponto

Nakes jadi Korban Palak Oknum BKPSDM Jeneponto, Urus Administrasi Harus Bayar Rp500 Ribu

Adapun yang diduga meminta uang administrasi atau pungli merupakan oknum yang bertugas di BKPSDM.

Penulis: Muh Rakib | Editor: Saldy Irawan
Dok Pribadi
Kepala BKPSDM Kabupaten Jeneponto, H Basir Bohari 

TRIBUN-TIMUR COM JENEPONTO - Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Tenaga Kesehatan (Nakes) keluhkan pelayanan administrasi kenaikan pangkat.

Proses administrasi dilakukan di bagian Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Salah satu nakes yang tak ingin disebutkan namanya mengaku saat mengurus administrasi dimintai uang administrasi sebesar Rp500 ribu.

Adapun yang diduga meminta uang administrasi atau pungli merupakan oknum yang bertugas di BKPSDM.

"Iye dia patok Rp.500 ribu perorang sempatji nabilang temanku kenapa itu bukan 300 ribu di. Mau dulu kutanya deh siapa tau mauji 300," ujarnya yang tak ingin disebutkan namanya, Rabu (25/8/2021) via telepon saat dihubungi para wartawan.

Sebelum nakes ini mendatangi BKPSDM ia meminta untuk ditemani ke BKD, untuk mengurus administrasi kenaikan pangkat.

Namun dengan adanya oknum di BKPSDM yang diduga meminta biaya administra dapat memberatkan pengurusan administrasi.

"Sebenarnya ini teman dia minta izin, kan anggotaku dia minta izin ke saya katanya mauka ke BKD, mauka bawaki surat vaksinku disuruhka naik bawaki. Jadi pergimi, ternyata dia pergi sama teman-temanya yang lain yang mengurus juga," ucapnya.

Adapun alasannya oknum pegawai BKPSDM yang diduga meminta uang dengan adanya biaya administrasi.

"Alasannya uang administrasi, biaya administrasi. Karena saya bilang uang apa itu apakah belum divaksin karena temanku kan belum di vaksin karena dia tunda to, tidak, tidak ka itu juga temanku sudah divaksin tapi dimintaiji juga," jelasnya.

Sementara Kepala BKPSDM Jeneponto Basir Bohari meminta bukti apabila ada oknum yang melakukan pungli terkait pengurusan berkas administrasi.

"Coba tunjukkan kalau ada berita saja. Buktikangi kalau ada pungli begitu, dari mana siapa. Siapa ASNnya yang kasih anu ii, saya lebih sukur kalau kau bisa buktikan orangnya, siapa yang diberi dan siapa yang dikasih," tegasnya saat dihubungi via telepon oleh awak wartawan.

Ia pun berjanji jika memang ada oknum yang melakukan pungli dan itu bisa dibuktika maka akan dikeluarkan dari BKPSDM.

"Kalau bisa dibuktikan saya kasih keluar itu, saya kasih pinda i. Asal terbukti i kalau ada buktinya. Suruh buktikanmi, pengawai siapa, mengurus apa, siapa yang dikasih. Kapan dimana, berapa. Itumo kalau ada buktinya saya kasih keluarki di BKD," tuturnya.

Laporan Kontributor Tribun Jeneponto, Rakib.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved