Update Corona Maros
Bertambah 14 Pasien Covid-19 di Maros, 17 Dinyatakan Sembuh, 1 Orang Meninggal Dunia
Kasus Covid-19 di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan kembali mengalami peningkatan.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Kasus Covid-19 di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan kembali mengalami peningkatan.
Saat ini Maros telah masuk ke dalam zona orange penyebaran Covid-19.
Hal ini disampaikan oleh Plt Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, dr Muhammad Yunus.
Ia mengatakan penambahannya sebanyak 14 kasus.
"Jadi tadi malam ada peningkatan 14 kasus, ada yang meninggal satu orang di RS Wahidin Sudirohusodo Makassar," katanya saat dihubungi tribun-timur.com, Rabu (25/8/2021) sore.
Kabar baiknya, terdapat 17 pasien yang dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan dan isolasi mandiri.
Total 284 kasus aktif yang ada di Maros saat ini.
Total kasus saat ini berjumlah 284 tersebar di 14 kecamatan.
"Simbang dan Mallawa menjadi kecamatan dengan jumlah kasus paling sedikit, masing-masing empat orang," katanya.
Sementara kasus tertinggi berada di Kecamatan Mandai.
"Paling tinggi berada di Kecamatan Mandai dengan 82 kasus," tambahnya.
Saat ini 27 orang dari total pasien Covid-19 telah melakukan perawatan di rumah sakit.
"19 orang dirawat di RS dr La Palaloi," tuturnya.
Sementara 257 orang lainnya menjalani isolasi mandiri di kediaman masing-masing.
Dr Yunus mengungkapkan diduga pasien tertular akibat adanya kontak erat dengan pasien positif sebelumnya.
"Kasus yang ditemukan sebagian besar hasil tracing dan testing kontak terhadap konfirmasi aktif sebelumnya. Paling banyak klaster keluarga," tuturnya.
Namun ada pula klaster baru yang ditemukan seiring bertambahnya kasus.
"Sebelumnya ditemukan klaster perjalanan, Nakes dan Perkantoran. Namun sekarang klaster terbanyak yakni keluarga," tuturnya.
Ia mengatakan untuk menekan kenaikan kasus Covid-19 di Maros, disiplin protokol kesehatan terus ditegakkan.
Saat ini Satgas Covid-19, kata dr Yunus gencar melakukan pemeriksaan 3T.
"Kami dari satgas saat ini sedang memperkuat 3T, Tracing, Testing dan Treatment," lanjutnya.
Giat vaksinasi juga terus digalangkan untuk seluruh masyarakat demi memperkuat antibodi.
"Perketat protokol Kesehatan, walapun sudah divaksin. Karena vaksin tidak menjamin kita tidam berpotensi terinfeksi virus Corona," jelasnya.
Ia menjelaskan tingkat efektifitas dari setiap jenis vaksin berbeda-beda.
"Efektivitas vaksin berbeda tergantung jenisnya. Misalnya, hanya 55-65 persen jika menggunakan Sinovac, dan 76 persen jika menggunakan astraZeneca," terangnya.
Ia berharap masyarakat disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan dan mendukung program vaksinasi.
Tak hanya itu, Pemkab Maros pun telah memberlakukan PPKM Mikro sejak 09 Juli 2021 dan terus diperpanjang hingga hari ini.
Hingga saat ini total kasus Covid-19 terkonfirmasi di Kabupaten Maros adalah sebanyak 3.512.
Dan untuk pasien yang sudah sembuh mencapai 3.152 orang.
Sementara yang meninggal dunia 76 orang.
Update Corona Sulsel
Informasi terbaru terkait data update Covid-19 di Sulawesi Selatan dilansir data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di akun sosial media Twitter @BNPB_Indonesia, Rabu (25/8/2021).
Terlihat, provinsi dengan angka penambahan pasien terkonfirmasi terbanyak yakni, Jawa Barat 5.464 pasien.
Diikuti Jawa Timur 1.619 pasien, Sumatra Utara 1.020 pasien, DI Yogyakarta 873 pasien, Kalimantan Timur 865 pasien, Jawa Tengah 813 pasien dan DKI Jakarta 789 pasien.
Sementara Sulawesi Selatan di angka 565 pasien. Angka itu naik dari sehari sebelumnya di angka 550 pasien.
Dengan penambahan 565 pasien di Sulsel membuat angka kumulatif penambahan pasien terkonfirmasi tembus 102.732 orang.
Sementara untuk pasien sembuh naik 635 pasien. Angka tersebut turun dibandingkan sehari sebelumnya di angka 989 pasien.
Dengan penambahan 635 pasien sembuh di Sulsel membuat angka kumulatif penambahan pasien sembuh tembus 92.406 pasien.
Untuk pasien positif yang meninggal tambah 32 pasien, di angka 1.931 pasien.
Artinya, pasien aktif Covid-19 di Sulsel di angka 8.395 pasien.
Angka itu didapatkan dari angka komulatif pasien terkonfirmasi dikurangi angka kumulatif pasien sembuh, dikurangi lagi angka kumulatif pasien positif meninggal.
Sebanyak 8.395 pasien aktif tersebar di rumah Orang Tanpa Gejala (OTG) atau kontak erat yang isolasi mandiri.
Lalu beberapa dirawat di rumah sakit rujukan dan non rujukan di Sulsel.
Artinya rerata penambahan pasien Covid-19 di angka 769 pasien per hari.
Sementara angka pasien terkonfirmasi selama Agustus 2021 di angka 18.455 pasien.
Dimana penambahan pasien tertinggi terjadi pada 4 Agustus 2021 dengan 1.243 pasien.
Sementara penambahan terendah terjadi pada Senin (23/8/2021) dengan 179 pasien.(*)