Breaking News:

Tribun Bulukumba

Rugikan Negara Rp 13,4 Miliar, Dua Terdakwa BOK Dinkes Bulukumba Jadi Tahanan Kota

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Makassar mengabulkan permohonan pengalihan status tahanan terhadap dua terdakwa.

Penulis: Firki Arisandi | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/FIRKI ARISANDI
Kasi Pidsus Kejari Bulukumba, Andi Thirta Massaguni. 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Dua terdakwa kasus dugaan korupsi Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Dinkes Bulukumba, kini dikabarkan berstatus tahanan kota.

Itu setelah Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Makassar mengabulkan permohonan pengalihan status tahanan terhadap dua terdakwa.

Dua terdakwa tersebut adalah Mantan Pelaksana Tugas (Plt) Kadinkes Bulukumba Andi Ade Ariadi dan Eko Hindariono Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kabar tersebut dibenarkan oleh Kasi Pidsus Kejari Bulukumba, Andi Thirta Massaguni, Selasa (24/8/2021).

"Iya benar, hakim mengabulkan pengalihan masa tahanan terhadap dua terdakwa kasus korupsi BOK Dinas Kesehatan," katanya.

Sebelumnya, kasus yang menyeret empat orang terdakwa ini merugikan negara sebesar Rp 13,4 miliar.

"Mereka berdua menjadi tahanan kota," ujarnya.

Sedangkan dua tahanan lainnya, yakni Kasubag Keuangan Dinas Kesehatan Bulukumba, Ernawati dan Bendahara Dinkes Bulukumba Irnawati, masih menjadi tahanan di Rutan Makassar.

Berdasarkan hasil penelusuran di website SIPP-PN Makassar, hakim yang menyidangkan perkara tersebut adalah Ketua Majelis Hakim Harto Poncono.

Persidangan tersebut berlangsung 23 Agustus 2021.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved