Tribun Maros

Padahal satu-satunya di Indonesia, Karst Rammang-rammang Gagal Masuk 50 Besar ADWI 2021

Di Sulawesi Selatan hanya ada tiga desa, yakni masing-masing 1 desa di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara serta 1 desa lagi di Bulukumba.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/NURUL
Menparekraf Sandiaga Uno, Atta Halilintar, Thoriq Halilintar menyaksikan keindahan wisata karst Rammang-rammang, Salenrang, Kabupaten Maros, Kamis (17/6/2021) siang. 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Kawasan wisata Rammang-rammang di Kabupaten Maros,Sulawesi Selatan gagal masuk 50 besar Anugerah Desa Wisata 2021 atau ADWI 2021.

Pengumuman itu terlihat di akun media sosial Kemenparekraf, Senin (23/08/2021).

Di Sulawesi Selatan hanya ada tiga desa, yakni masing-masing 1 desa di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara serta 1 desa lagi di Bulukumba.

Meski pernah dikunjungi oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, Obyek Wisata Karst Rammang-Rammang yang ada di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Maros, nyatanya tak berhasil menembus posisi 50 desa wisata.

Hal itu juga dibenarkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Maros, M Ferdiansyah. 

Ferdi mengaku timnya telah berusaha maksimal menghadapi penilaian.

Namun, penilaian juri tentunya harus tetap dihormati. 

“Tim kami di lapangan sudah sangat maksimal, semua permintaan data dari panitia sudah kami penuhi. Tapi mungkin persaingannya sudah sangat ketat, jadi kita harus puas di 100 besar saja,” katanya. 

Meski begitu, Ferdi tak merinci apa yang menjadi kelemahan Rammang-Rammang hingga tidak lolos di 50 besar.

Padahal, destinasi wisata Karst ini hanya ada satu-satunya di Indonesia, dan merupakan yang terbesar kedua setelah di China.

“Kami sudah bimbing pada saat pendaftaran, kelengkapan berkas sudah kami serahkan semua. Kami juga tidak tahu apa yang menjadi kelemahan dibandingkan dengan desa wisata lain yang masuk itu,” lanjutnya. 

Ferdi menyebut, dari segi keindahan dan panorama alam, obyek wisata karst Rammang-rammang memang memiliki keunikan tersendiri di Indonesia.

Namun dari segi pengelolaan bisa jadi masih kalah dibandingkan dengan tempat wisata lain. 

“Yah bisa jadi dari segi pengelolaan masih ada yang lebih baik dari kami. Ini akan jadi PR buat kami di Dinas Pariwisata. Kami tetap mengharapkan dukungan ke seluruh masyarakat ke depannya agar pengelolaannya bisa jauh lebih baik,” paparnya. 

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved