PSM Makassar
Profil Pemain Muda PSM Rian Firmansyah, Pernah Bermain di Serawak FA dan Bali United
M Rian Firmansyah mulai mencuri perhatian Pelatih PSM, Milomir Seslija akhir-akhir ini. Aksinya dalam menjaga lini tengah cukup impresif.
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - PSM Makassar tak berhenti menggunakan jasa pemain muda dalam mengarungi kompetisi Liga 1.
Setelah M Arfan dan Asnawi Mangkualam, ada sosok Rizky Eka Pratama. Kini muncul nama Edgard Amping, M Rafli Asrul dan M Rian Firmansyah.
M Rian Firmansyah mulai mencuri perhatian Pelatih PSM, Milomir Seslija akhir-akhir ini.
Aksinya dalam menjaga lini tengah cukup impresif. Dia berani berduel memperebutkan bola.
Pemain akrab dipanggil Rian ini lahir di Pontianak, Kalimantan Barat, 16 Desember 1998.
Sebelum bergabung dengan PSM, pemain bertinggi 160 centimeter ini telah membela sejumlah klub tanah air, termasuk pernah bermain di Liga Malaysia.
Karir sepak bolanya dimulai dari Persipon Pontianak di kompetisi Liga 2 pada tahun 2017.
Dua musim bersama Persipon, Ria kemudian hengkang ke Liga Malaysia tahun 2019.
Dia berseragam klub Serawak FA pada pertengahan musim. Namun, dia tak lama membela Serawak FA.
Rian kembali ke Indonesia. Ia mengikuti trial atau seleksi di Bali United. Perjuangannya pun membuahkan hasil.
Tim Serdadu Tridatu pun mengontrak Rian untuk ikut di Liga 1 2019.
Debutnya berlangsung ketika Bali United bertemu Arema. Ia masuk menjadi pemain pengganti di menit 64.
Namun, pertandingan yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan Malang tersebut berakhir dengan kedudukan 3-2 untuk kemenangan Arema.
Laga tersebut menjadi satu-satunya laga Rian bersama Bali United. Pasalnya, di musim 2020 liga dihentikan karena pandemi Covid-19.
Kendati demikian, Rian menjadi bagian dari skuad Bali United menjuarai Liga 1 2019.
Setelah kontraknya habis, Bali United pun melepas Rian. Kini ia bersama skuad PSM untuk mengarungi Liga 1 2021-2022.
Pelatih PSM, Milomir Seslija mengatakan sejauh ini Rian telah tampil baik di latihan maupun di pertandingan uji coba.
“Dia belajar, berkembang, dan sentuhannya sangat bagus jadi kami harus memberi kesempatan,” katanya kepada tribun-timur.com, Sabtu (21/8/2021).
Sementara M Rian Firmansyah mengaku bisa bermain di dua posisi gelandang serang dan penyerang sayap kiri.
"Saya bisa bermain di dua posisi. Gelandang serang dan penyerang sayap kiri. Namun, gelandang serang memang posisi asli saya," akunya.
Rian menyampaikan akan memberikan penampilan maksimal jika diberikan kesempatan bermain sebagai pemain inti di skuad PSM.
"Kalau diberi kesempatan jadi pemain inti, itu menjadi pengalaman berharga. Pertama kali di tim sebesar PSM. Saya harus memaksimalkan kesempatan itu, tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan," ucap pemain yang pernah bergabung dengan klub Malaysia, Serawak FC ini.
Bermain bersama pemain senior PSM, Rian merasa gugup. Namun, ia harus membuang jauh rasa gugup tersebut
"Ada rasa gugup sedikit, tapi harus saya buang," ujarnya.
Kalau pun dipercaya menjalani debut dengan PSM, ia akan membawa pengalaman bermain ketika di Malaysia dan di Bali United. Apa lagi ia telah merasakan atmosfer Liga 1 meski baru satu kali.
"Sudah pernah debut dengan Bali United lawan Arema. Atmosfer pertandingan sudah saya rasakan. Jadi saya akan selalu siap jika debut dengan PSM," pungkas Rian.
Bisa Main di Dua Posisi
M Rian Firmansyah pun mulai dipasangkan dan diberi waktu bermain bersama skuad inti PSM.
Pemain bertinggi 160 sentimeter ini bisa dimainkan sebagai gelandang serang dan penyerang sayap.
Pelatih PSM, Milomir Seslija mengatakan sejauh ini Rian telah tampil baik di latihan maupun di pertandingan uji coba.
“Dia belajar, berkembang, dan sentuhannya sangat bagus jadi kami harus memberi kesempatan,” katanya kepada tribun-timur.com, Sabtu (21/8/2021).
Sementara Rian Firmansyah mengaku bisa bermain di dua posisi gelandang serang dan penyerang sayap kiri.
"Saya bisa bermain di dua posisi. Gelandang serang dan penyerang sayap kiri. Namun, gelandang serang memang posisi asli saya," akunya.
Rian menyampaikan akan memberikan penampilan maksimal jika diberikan kesempatan bermain sebagai pemain inti di skuad PSM.
"Kalau diberi kesempatan jadi pemain inti, itu menjadi pengalaman berharga. Pertama kali di tim sebesar PSM. Saya harus memaksimalkan kesempatan itu, tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan," ucap pemain yang pernah bergabung dengan klub Malaysia, Serawak FC ini.
Bermain bersama pemain senior PSM, Rian merasa gugup.
Namun, ia harus membuang jauh rasa gugup tersebut
"Ada rasa gugup sedikit, tapi harus saya buang," ujarnya.
Kalau pun dipercaya menjalani debut dengan PSM, ia akan membawa pengalaman bermain ketika di Malaysia dan di Bali United.
Apalagi ia telah merasakan atmosfer Liga 1 meski baru satu kali.
"Sudah pernah debut dengan Bali United lawan Arema. Atmosfer pertandingan sudah saya rasakan. Jadi saya akan selalu siap jika debut dengan PSM," pungkasnya.
Cari Komposisi Terbaik
Pelatih PSM Makassar, Milomir Seslija masih mencari komposisi tim terbaik jelang kick off Liga 1 2021-2022.
Kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia bakal bergulir 27 Agustus mendatang.
Utak-atik pemain pun masih terus dilakukan untuk mencari skuad terbaik.
Pada latihan di Lapangan Bosowa Sport Center (BSC), Jl Teuku Umar, Kota Makassar, Sabtu (21/8/2021) sore, pemain PSM latihan uji tanding internal 2x15 menit dengan ukuran lapangan kecil.
Di skuad inti PSM diisi oleh kiper, Hilman Syah. Bek tengah Hasyim Kipuw dan Erwin Gutawa. Di posisi bek sayap kanan dan kiri diisi oleh Zulkifli Syukur dan Syahrul Mustofa.
Lini tengah diisi oleh Wiljan Pluim, Sutanto Tan dan M Arfan.
Lini serang sayap diisi oleh Rizky Eka di kanan dan kiri oleh Ilham Udin Armayn. Striker diisi oleh Anco Jansen.
Usai jeda istirahat, pemain muda PSM, M Ryan Firmansyah diberi kesempatan bermain dengan skuad inti. Posisi Syahrul Mustofa digantikan oleh Abdul Rachman.
Pada kesempatan tersebut, Milomir Seslija memberikan arahan bagaimana posisi pemain ketika melakukan penyerangan dan bertahan.
Milomir Seslija menilai lini depan yang ditempati dua legiun asing, Anco Jansen-Wiljan Pluim telah menunjukkan permainan yang baik.
Ia pun percaya Anco-Wiljan masih bisa berkembang dan menjadi lebih baik lagi.
"Mereka baru bermain kurang lebih 10 hari. Mereka sudah menunjukkan yang terbaik, tapi saya percaya mereka dapat melakukan yang jauh lebih baik lagi," katanya saat ditemui usai melatih.
Sementara para pemain lokal juga telah mengalami peningkatan. Taktik dan strategi yang diberikan dalam latihan telah dijalankan dengan baik.
"Saya melihat pemain lokal kita mengalami peningkatan. Semoga mereka dapat mengaplikasikan latihan ini ke dalam pertandingan nanti," harap Milo sapaan akrab Milomir Seslija.
Menurut Milo, pemain harus banyak belajar. Sebab di pertandingan akan berbeda. Semua serba cepat, menuntut kecepatan berpikir dan mengambil keputusan.
"Mereka harus banyak belajar. Namun nanti di pertandingan pastilah berbeda, di pertandingan semuanya serba cepat perlu kecepatan berpikir dan membuat keputusan," ungkapnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pemain-psm-m-rian-firmansyah-2382021.jpg)