Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

KKB Papua

KKB Papua Kembali Tembaki Pekerja Jembatan di Yahukimo hingga Dua Tewas, Dulu 50 Pekerja Kocar-kacir

Kali ini, KKB kembali membunuh dua pekerja jembatan di Sungai Brazza, Kampung Kribun, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua.

Editor: Ansar
Youtube Tribun Timur
Ilsutrasi KKB -KKB kembali membunuh dua pekerja jembatan di Sungai Brazza, Kampung Kribun, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali melakukan penyerangan terhadap warga sipil.

Kali ini, KKB kembali membunuh dua pekerja jembatan di Sungai Brazza, Kampung Kribun, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua.

Kedua pekerja korban kekerasan KKB teresebiut yakni Rionaldo Raturoma dan Dedi Imam Pamuji.

Kapolda Papua, Irjen Mathius Fakhiri, membenarkan adanya laporan pembunuhan terhadap warga sipil yang diduga dilakukan KKB.

Adapun aksi pembunuhan terhadap dua warga sipil tersebut terjadi pada Minggu (22/8/2021) sore sekitar pukul 16.30 WIT.

Kedua korban merupakan karyawan PT Indo Papua yang sedang melakukan pembangunan jembatan di sungai Brazza.

"Memang benar ada laporan tentang pembunuhan dua karyawan," kata Fakhiri ketika dihubungi pada Minggu (22/8/2021) malam, seperti dikutip dari Antara.

Menurut informasi yang dihimpun, lokasi pembunuhan terhadap Rionaldo dan Dedi Imam berjarak sekitar 10 kilometer dari kamp milik PT Indo Papua.

Namun demikian, Fakhiri mengatakan, belum dapat memberikan penjelasan lebih detail mengenai insiden pembunuhan tersebut.

"Laporan lengkapnya masih menunggu dari Kapolres Yahukimo karena saat ini anggota masih berada di TKP," ucap Fakhiri.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BPJN) Wamena, Zepnath Kambu, mengakui adanya informasi terjadinya insiden pembunuhan tersebut.

Namun demikian, Zepnath menuturkan, pihaknya belum mendapat laporan resmi.

Pihaknya saat ini masih menunggu laporan lebih rinci dari Dekai.

"Informasi tersebut memang ada namun kami masih menunggu laporan dari Dekai," ucap Zapnath.

Dilansir dari Tribunnews.com, sebelumnya KBB dilaporkan membunuh pekerja bangunan di Kampung Bingky, Kabupaten Yahukimo, Papua, pada Kamis (24/6/2021) pagi.

Kelompok bersenjata di bawah pimpinan Tendius Gwijangge tersebut mengadang truk material yang mengangkut pekerja.

KKB yang berjumlah 30 orang pun menembak mati tiga pekerja yang berada di truk material tersebut.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal, mengungkap kronologi kejadian pembunuhan tersebut.

Berawal ketika para pelaku mengadang truk material yang ditumpangi para korban saat melintasi jembatan Kali I Kampung Samboga Distrik Seradala.

Saat melakukan pengadangan, Tendius Gwijangge dan anggotanya membawa alat tajam berupa anak panah, kapak, parang, dan samurai.

Sementara, dua anggota KKB lainnya membawa dua pucuk senjata api laras panjang.

Selain menembak mati tiga pekerja, Tendius Gwijangge Cs juga menyerang dua pekerja hingga kritis. Bahkan, empat orang pekerja lainnya disandera.

Semua korban adalah warga sipil yang bekerja pada PT Sinama untuk pembangunan Proyek Jembatan Kali Kuk Kampung Samboga, Distrik Seradala.

Sebelumnya KKB Papua juga melakukan aksi yang sama.

KKB  makin brutal tembaki pekerja jembatan, hingga kini sudah puluhan orang tewas termasuk personel TNI-Polri.

KKB Papua makin menggila di Bumi Cenderawasih dengan melakukan aksinya.

Dulu KKB serang pekerja jembatan Kali Kupa di Kampung Bingky, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua, pada Kamis (24/6/2021).

Bahkan KKB sampai melepas tembakan ke arah truk dan mengenai bagian kaca depan.

Beruntung tak ada korban jiwa akibat aksi kebrutalan KKB tersebut.

Hingga saat ini KKB Papua masih terus melakukan aksinya yang meresahkan warga sekitar.

Seperti yang diketahui aksi KKB sudah banyak memakan korban.

Untuk tahun 2021 hingga Agustus ini korban tewas akibat KKB sudah puluhan termasuk anggota TNI-Polri.

Foto : Ilustrasi KKB Papua - Punya Senjata Api Canggih Buatan Amerika Hingga Austria, KKB Papua Nekat Tantang TNI Berperang. (Facebook TNPNB)

Pemerintah telah menetapkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua sebagai organisasi teroris.

Hal itu tak lepas karena sejumlah ulah yang dilakukan kelompok ini.

Mereka nampak tak berhenti melakukan teror dan pembunuhan.

Bahkan, Satgas Nemangkawi mencatat selama periode bulan Januari sampai Juni 2021, sebanyak 22 orang meninggal dunia akibat ulah dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

22 orang yang meninggal terdiri dari 7 orang anggota TNI, 2 orang anggota Polri dan 13 masyarakat sipil.

Sementara korban luka-luka, yaitu sebanyak 17 orang dengan rincian 6 orang anggota TNI, 3 orang anggota Polri, dan 8 orang masyarakat sipil.

Namun update terakhir satu korban masyarakat sipil yang luka tembak meninggal dunia.

Demikian disampaikan Kasatgas Humas OPS Nemangkawi Kombes Pol M Iqbal Al Qudusy dalam rilisnya, Sabtu (26/6/2021).

Iqbal mengatakan, Satgas Nemangkawi mencatat selama periode bulan Januari-Juni 2021, telah terjadi sebanyak 23 kontak tembak, 20 gangguan penembakan, dan 12 kejahatan lainnya (termasuk pembakaran rumah warga, gedung sekolah, puskesmas serta pembunuhan dan perampasan senjata) yang dilakukan oleh KKB di Papua.

Selama periode tersebut, Satgas Ops Nemangkawi mampu memperoleh sejumlah keberhasilan dan pencapaian tugas yang berefek besar bagi eksistensi KKB maupun Kelompok kriminal politik dalam memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI.

"Keberhasilan dan pencapaian tugas yang berhasil dilakukan oleh Satgas Ops Nemangkawi yaitu dalam upaya penindakan yang tegas dan terukur terdapat 8 orang kelompok kriminal bersenjata yang meninggal dunia serta 11 orang luka-luka.

Sementara barang bukti yang berhasil diamankan berupa senjata api, amunisi kaliber 5,56 mm, HT, Handphone, anak panah dan lain sebagainya," jelas Kombes Pol M Iqbal Al Qudusy.

Selain itu satgas Ops Nemangkawi berhasil melakukan penangkapan 11 orang yang tergabung dalam jaringan senjata dan amunisi, 4 di antaranya masuk dalam daftar pencarian orang berinisial PK, KS, LW dan MT.

Penangkapan terakhir untuk jaringan senjata dan amunisi yang berhasil ditangkap yaitu seorang laki-laki berinisial RM.

Selain KKB, Satgas Ops Nemangkawi juga berhasil menangkap 8 orang kelompok kriminal politik yang menyebarkan propaganda serta ujaran kebencian melalui media sosial yang salah satunya berinisial VY dan EK.

Tidak hanya itu, guna mempersempit ruang gerak bagi kelompok kriminal bersenjata dalam merencanakan dan melancarkan aksinya, Satgas Ops Nemangkawi juga berhasil menduduki markas markas KKB di beberapa tempat di antaranya markas KKTB Kalikopi, markas KKTB Ndugama (Yuguru, Alguru dan Kalimin) dan markas KKTB Puncak (Wuloni, Duagi, Makki, Mayuberi, Gome, Muara).

Satgas Ops Nemangkawi juga berhasil melakukan pemulihan Kamtibmas sehingga aktivitas pemerintahan, perekonomian dan kegiatan sosial masyarakat dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Menurut Iqbal, dalam pelaksanaan tugas Satgas Ops Nemangkawi tidak hanya melakukan tindakan represif (Hard Approch).

Meski begitu, petugas  juga mengutamakan tindakan Preemtif dan preventif (Soft Approch) melalui beberapa aktivitas seperti bakti sosial, binmas noken, piajar, dan penyaluran bibit pertanian, perikanan dan peternakan.

Hal ini nyatanya terbukti efektif dalam menangani Kelompok kriminal bersenjata maupun kelompok kriminal politik.

Tercatat total 26 orang yang tergabung dalam kelompok kriminal bersenjata menyerahkan diri dan berjanji setia kepada NKRI.

Berdasarkan rekap terakhir Satgas Ops Nemangkawi juga berhasil melakukan penggalangan kepada 166 tokoh orang Papua serta mengamankan 3 pucuk senjata api, 4 buah magazine, 87 buah amunisi dan 1 buah granat.

Untuk Pelaksanaan Tugas Operasi Nemangkawi Tahap II 1 Juli 2021 nanti akan dilaksanakan kewilayahan oleh Polda Papua.

Sumber: Kompas.tv

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved