Breaking News:

Tribun Luwu Timur

Fraksi Hanura Luwu Timur Minta PT Vale Tanggung Jawab Soal Dugaan Pencemaran di Pulau Mori 

Fraksi Hanura DPRD Luwu Timur merespon dugaan pencemaran lingkungan di Pulau Mori, Desa Harapan, Kecamatan Malili, Luwu Timur

Penulis: Ivan Ismar | Editor: Suryana Anas
DPRD Luwu Timur
Jubir Fraksi Hanura DPRD Luwu Timur, Alpian 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Fraksi Hanura DPRD Luwu Timur merespon dugaan pencemaran lingkungan di Pulau Mori, Desa Harapan, Kecamatan Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Fraksi Hanura lewat juru bicaranya, Alpian mengatakan dugaan pencemaran lingkungan ini agar menjadi perhatian serius eksekutif dan legislatif.

Limbah sulfur ini diduga milik PT Vale Indonesia yang berserakan dan diduga mencemari Pulau Mori.

"Sulfur merupakan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dan juga dapat digunakan sebagai bahan peledak," kata Alpian dalam rapat paripurna, Senin (23/8/2021) pagi.

Fraksi Hanura menilai PT Vale Indonesia harus bertanggung jawab secara hukum atas adanya temuan warga soal limbah sulfur di Pulau Mori.

"Limbah ini dapat berpotensi mencemari lingkungan hidup di sekitar Pulau Mori," ujar Alpian.

Sebelumnya diberitakan, limbah sulfur masih terlihat berserakan di Pulau Mori, Desa Harapan, Kecamatan Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Selasa (17/8/2021) sore.

Limbah ini berbentuk butiran, ukurannya kecil hingga sedang terlihat jelas berada di bibir pantai Pulau Mori di perairan Teluk Bone.

Butiran sulfur juga terlihat di laut yang kedalamannya masih dangkal.

Pulau ini ditumbuhi tanaman nipah yang daunnya kadang dibuat sebagai bahan baku atap rumah. Pulau ini juga terdapat satu unit mercusuar.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved