Update Corona Maros
Bertambah 22 Kasus Covid-19 di Maros, 23 Dinyatakan Sembuh
Kasus Covid-19 di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan kembali mengalami peningkatan.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Kasus Covid-19 di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan kembali mengalami peningkatan.
Saat ini Maros telah masuk ke dalam zona orange penyebaran Covid-19.
Hal ini disampaikan oleh Plt Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, dr. Muhammad Yunus, Senin (23/08/21).
Ia mengatakan penambahannya sebanyak 22 kasus.
"Jadi tadi malam ada peningkatan 22 kasus," katanya saat dihubungi tribun-timur.com.
Kabar baiknya, terdapat 23 pasien yang dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan dan isolasi mandiri.
Total 319 kasus aktif yang ada di Maros saat ini.
Total kasus saat ini berjumlah 319 tersebar di 14 kecamatan.
"Cenrana dan Lau menjadi kecamatan dengan jumlah kasus paling sedikit, masing-masing tujuh orang," katanya.
Sementara kasus tertinggi berada di Kecamatan Mandai.
"Paling tinggi berada di Kecamatan Mandai dengan 90 kasus," tambahnya.
Saat ini 20 orang dari total pasien Covid-19 telah melakukan perawatan di rumah sakit.
"15 orang dirawat di RS dr La Palaloi," tuturnya.
Sementara 299 orang lainnya menjalani isolasi mandiri di kediaman masing-masing.
Dr. Yunus mengungkapkan, diduga pasien tertular akibat adanya kontak erat dengan pasien positif sebelumnya.
"Kasus yang ditemukan sebagian besar hasil tracing dan testing kontak terhadap konfirmasi aktif sebelumnya. Paling banyak klaster keluarga," tuturnya.
Namun ada pula klaster baru yang ditemukan seiring bertambahnya kasus.
"Sebelumnya ditemukan klaster perjalanan, Nakes dan Perkantoran. Namun sekarang klaster terbanyak yakni keluarga," tuturnya.
Ia mengatakan untuk menekan kenaikan kasus Covid-19 di Maros, disiplin protokol kesehatan terus ditegakkan.
Saat ini Satgas Covid-19, kata dr Yunus gencar melakukan pemeriksaan 3T.
"Kami dari satgas saat ini sedang memperkuat 3T, Tracing, Testing dan Treatment," lanjutnya.
Giat vaksinasi juga terus digalangkan untuk seluruh masyarakat demi memperkuat antibodi.
"Perketat protokol Kesehatan, walapun sudah divaksin. Karena vaksin tidak menjamin kita tidam berpotensi terinfeksi virus Corona," jelasnya.
Ia menjelaskan tingkat efektivitas dari setiap jenis vaksin berbeda-beda.
"Efektivitas vaksin berbeda tergantung jenisnya. Misalnya, hanya 55-65 persen jika menggunakan Sinovac, dan 76 persen jika menggunakan astraZeneca," terangnya.
Ia berharap masyarakat disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan dan mendukung program vaksinasi.
Tak hanya itu, Pemkab Maros pun telah memberlakukan PPKM Mikro sejak 09 Juli 2021 dan terus diperpanjang hingga hari ini.
Hingga saat ini total kasus Covid-19 terkonfirmasi di Kabupaten Maros adalah sebanyak 3.486.
Dan untuk pasien yang sudah sembuh mencapai 3.093 orang.
Sementara yang meninggal dunia 74 orang.
Tambah 179 Pasien di Sulsel
Informasi terbaru terkait data update Covid-19 di Sulawesi Selatan dilansir data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di akun sosial media Twitter @BNPB_Indonesia, Senin (23/8/2021).
Terlihat, provinsi dengan angka penambahan pasien terkonfirmasi terbanyak yakni, Jawa Barat 1.483 pasien.
Diikuti Jawa Timur 1.073 pasien, Jawa Tengah 798 pasien, Sumatra Utara 514 pasien, DI Yogyakarta 507 pasien, Kalimantan Timur 487 pasien dan Jakarta 485 pasien.
Sementara Sulawesi Selatan di angka 179 pasien. Angka itu turun dari sehari sebelumnya di angka 411 pasien.
Dengan penambahan 179 pasien di Sulsel membuat angka kumulatif penambahan pasien terkonfirmasi tembus 101.617 orang.
Sementara untuk pasien sembuh naik 1.181 pasien. Angka tersebut turun dibandingkan sehari sebelumnya di angka 1.224 pasien.
Dengan penambahan 1.181 pasien sembuh di Sulsel membuat angka kumulatif penambahan pasien sembuh tembus 90.783 pasien.
Untuk pasien positif yang meninggal tambah 20 pasien, di angka 1.888 pasien.
Artinya, pasien aktif Covid-19 di Sulsel di angka 8.946 pasien.
Angka itu didapatkan dari angka komulatif pasien terkonfirmasi dikurangi angka kumulatif pasien sembuh, dikurangi lagi angka kumulatif pasien positif meninggal.
Sebanyak 8.946 pasien aktif tersebar di rumah Orang Tanpa Gejala (OTG) atau kontak erat yang isolasi mandiri.
Lalu beberapa dirawat di rumah sakit rujukan dan non rujukan di Sulsel.
Artinya rerata penambahan pasien Covid-19 di angka 778 pasien per hari.
Sementara angka pasien terkonfirmasi selama Agustus 2021 di angka 17.905 pasien.
Dimana penambahan pasien tertinggi terjadi pada 4 Agustus 2021 dengan 1.243 pasien.
Sementara penambahan terendah terjadi pada Senin (23/8/2021) dengan 179 pasien.(*)