Awal Mula Ali Mochtar Ngabalin Dicap 'King of Penjilat' hingga Trending di Twitter
Merespons hal itu Ali Mochtar Ngabalin, mengaku tidak terganggu dengan munculnya mural mirip gambar dirinya
TRIBUN-TIMUR.COM - Jagad maya diramaikan foto mural seperti sosok Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin.
Merespons hal itu Ali Mochtar Ngabalin, mengaku tidak terganggu dengan munculnya mural mirip gambar dirinya.
Foto mural berupa meme menyerupai sosok Ali Mochtar Ngabalin muncul di sejumlah akun twitter dengan bertuliskan "king of penjilat".
Ada juga foto lain bertuliskan "504 error" yang menutupi bagian mata Ali Mochtar Ngabalin.
Dikutip dari telisik.id, mural mirip Ali Ngabalin ini muncul di sejumlah daerah seperti Bogor dan Malang.
Baca juga: Soal Mural Jokowi Not Found, Kabareskrim: Bapak Presiden Tidak Berkenan Polri Reaktif dan Responsif

Merespons ramainya meme dan mural menyerupai dirinya di jagad maya, Ali Ngabalin mengaku tidak terganggu.
Ali Ngabalin menekankan, bahwa dirinya saat ini hanya fokus bekerja untuk pemerintah.
Aksi vandalisme berupa coretan dan penempelan selebaran berisi tulisan “dipaksa sehat di negara yang sakit” muncul di sejumlah tempat di Jakarta.
Penempelan selebaran ini ditemukan seperti di rambu lalu lintas, pagar halte bus, hingga di baliho ketua DPR RI Puan Maharani sejak Sabtu (22/08) kemarin.
Selain berupa selebaran, aksi vandalisme berupa coretan juga muncul di spanduk yang berisi foto Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.
Beberapa selebaran yang sempat terpasang, juga telah dicopot petugas Satpol PP Kota Jakarta Timur dan hingga kini masih menelusuri siapa pelaku vandalisme ini.
Biodata Ali Mochtar Ngabalin, Dulu Lawan Jokowi Lalu Jadi Kawan
Ali Mochtar Ngabalin adalah mantan anggota Komisi I DPR RI periode 2004-2009. Saat itu ia masih menjadi anggota dari Partai Bulan Bintang (PBB).
Ia kemudian pindah ke Partai Golkar pada tahun 2010.
Lalu memutuskan mengundurkan diri dari Partai Golkar pada 2018.
Keputusan tersebut didasari Surat Edaran Menteri BUMN No. SE-01/MBU/2004 melarang komisaris BUMN menjadi pengurus partai politik.
Ngabalin pernah menjadi anggota tim sukses (timses) pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa pada Pilpres 2014.
Ali Mochtar Ngabalin merupakan lulusan pasca sarjana Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UI).
Setelah itu ia meraih gelar doktornya di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Berikut rinciannya:
1. SD Inpres Fak-Fak (1980)
2. Madrasah Tsanawiyah Fak-Fak (1983)
3. Madrasah Aliyah Fak-Fak (1986)
4. Mualimin Muhammadiyah Makassar
5. IAIN Alauddin Makassar UP (1994)
6. PPS. Ilmu Komunikasi UI (2001)
7. Doktor dari Universitas Negeri Jakarta (2013).
Dalam kariernya, Ali Mochtar Ngabalin diketahui sebagai mubaligh dan pimpinan pondok pesantren.
Tak hanya itu, ia juga aktif mengajar sebagai dosen luar biasa di sebuah institut agama Islam.
Selain jadi politisi, Ali juga sempat menjadi sebagai Ketua DPP Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) serta menjabat direktur eksekutif di sejumlah lembaga nirlaba.
Ali Mochtar Ngabalin sudah menikah dengan seorang perempuan bernama Heny Muis Bakkidu.
Dari pernikahan tersebut, ia sudah dikaruniai empat orang anak.
(*)