Tribun Maros
Punya Bentang Karst Capai 43.700 Hektar, Rammang-rammang Maros Masuk 100 Desa Wisata se Indonesia
Rammang-rammang, Kabupaten Maros, Sulsel, masuk dalam 100 desa wisata Indonesia dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sudirman
TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Rammang-rammang, Kabupaten Maros, Sulsel, masuk dalam 100 desa wisata Indonesia dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021.
Kegiatan ini diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf).
Hal ini diumkan oleh Kemenparekraf, Sandiaga Uno melalui kanal YouTube dan Instagram, Jumat (20/08/21).
Pihak pengelola Rammang-rammang pun mengaku sangat senang dengan pencapaian tersebut.
"Kami sebagai pengelola Rammang-rammang merasa sangat beruntung bisa mengelola dan mendaftarkan objek wisata ini dalam anugrah wisata desa wisata. Dan alhamdulillah berhasil masuk 100 besar," ucapnya Sekretaris Pengelola Rammang-rammang, Erwin.
Ia mengatakan pihaknya pertama kali mendapatkan informasi mengenai anugrah desa wisata melalui dinas Kebudayaan dan Pariwisata Maros.
"Pertama kali kami mendapatkan informasi langsung dari dinas. Terus dikirimkan link pendaftaran dari Pemprov untuk diisi," tambahnya.
Daya tarik utama dari Rammang-rammang yakni gugusan karst yang membentang.
Luas karst di Rammang-rammang mencapai 43.700 hektar.
"Kita dapat menikmati gugusan karst yang luasnya kurang lebih 43.700 hektar dengan menyusuri sungai Pute menggunakan perahu atau kalau disini namanya jolloro," tambahnya.
Terdapat beberapa spot foto menarik yang biasa dikunjungi wisatawan di Rammang-rammang ini.
"Yang pertama itu saat masuk ada hutan batu, kemudian di dermaga kita naik jolloro menuju kampung Berua," tambahnya.
Di Kampung Berua ada pula spot yang dapat dikunjungi wisatawan yakni Goa Kingkong, Goa Berlian dan Padang Ammarrung.
"Dan kembali ke dermaga dua disana bisa jalan dulu ke Goa Kunang-kunang," jelasnya.
Ia mengatakan setelah berhasil menembus 100 desa wisata se-Indonesia, pihaknya akan meningkatkan perhatian pada segi kebersihan Rammang-rammang.
"Disini kan kalau air pasang banyak sampah dari luar yang mengalir ke sungai Pute, nah ini nanti yang akan lebih diperhatikan lagi.
Saat ini proses kurasi masih terus berlanjut untuk menentukan 50 desa wisata Se-Indonesia.
"Kami optimis, insyaallah bisa masuk 50 besar," tutupnya.
Sebelumnya, pada hari Kamis (19/08/21) Rammang-rammang dinyatakan lolos dalam 300 besar berdampingan desa Labuaja di Cenrana Maros, Namun pada kategori 100 besar Labuaja tidak berhasil lolos.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Maros, M Ferdiansyah mengatakan, penilaian 100 desa wisata masih berdasarkan data dari pengelola desa wisata.
"Penilaian 100 desa wisata seluruh Indonesia masih penilaian berdasarkan apa yang desa wisata kirimkan, kita Doakan semoga bisa masuk 50," katanya saat dihubungi tribunmaros.com, Minggu sore.

Pada penilaian posisi 50, pihak Kemenparekraf akan melakukan peninjauan lapangan terhadap minat pengunjung, pertumbuhan Ekonomi , pengelolaan potensi alam, pelestarian lingungan, SDM, CHSE.
Ferdi mentargetkan Rammang-rammang dapat lolos menuju 10 besar
"Kami menargetkan Rammang-rammang bisa masuk dalam 10 besar desa wisata pada ajang anugrah desa wisata 2021," katanya.
Ia mengatakan untuk mendukung hal tersebut, pihaknya akan melakukan pendampingan terhadap penegelola untuk menghadapi penilaian.
"Disbudpar akan melakukan pendampingan dalam menghadapi penilaian 50 besar dan 10 besar," tutupnya.