Deddy Corbuzier

Profil & Sosok Lukman Maruf Jenderal TNI Kelahiran Makassar Selamatkan Deddy Corbuzier dari Kematian

ini profil dan karier dr Lukman Maruf Jenderal TNI Selamatkan Deddy Corbuzier dari Kematian, 'Sudah Sangat Kritis karena Covid-19'

Editor: Mansur AM
TRIBUN-TIMUR.COM/NUR FAJRIANY
Deddy Corbuzier kembali aktif di media sosialnya setelah kritis karena Covid-19. Siapa Lukman Maruf yang menyelamatkan nyawanya? 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sosok dokter Lukman disebut sebagai salah satu pihak yang sangat berperan menyelamatkan nyawa artis Deddy Corbuzier.

Ternyata host Close The Door ini sempat kritis karena Covid-19 dan dilarikan ke rumah sakit.

Beruntung Master Deddy ditangani dr Lukman Maruf.

Siapa Lukman Maruf?

Profil Lukman Maruf (kanan) Jenderal TNI Selamatkan Deddy Corbuzier dari Kematian
Profil Lukman Maruf (kanan) Jenderal TNI Selamatkan Deddy Corbuzier dari Kematian (TNI AD)

Nama lengkapnya Mayor Jenderal TNI dr Lukman Ma'ruf, Sp.Bs., M.Kes., M.H

Jenderal bintang dua ini adalah Wakil Kepala RSPAD Gatot Subroto.

dr Lukman Maruf memantau rutin perkembangan Deddy Corbuzier selama di RS.

Ini profil dan karier Mayjen TNI dr Lukman Maruf

Mayor Jenderal TNI dr Lukman Ma'ruf, Sp.Bs., M.Kes., M.H. lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 17 Februari 1966).

Umur sekarnag 55 tahun.

Ia adalah seorang perwira tinggi TNI-AD yang sejak 26 Agustus 2020 mengemban amanat sebagai Wakil Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto.

Lukman mahir dalam bidang Kesehatan (CKM). Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini adalah Kakommed RSPAD Gatot Subroto.

Pendidikan Umum

S1 & Profesi FK Unpad (1992)

PPDS Bedah Saraf FK Unpad (2004)

Pendidikan Militer[sunting | sunting sumber]

Sarcabkes

Suslapa I Kes

Suslapa II Kes

Riwayat Jabatan

Dokter Yonif Linud 330/17/1 Kostrad

Pama Ditkesad

Pakes Timbankes Denkeslap 07.03.01

Dokter Bedah Umum Dept. Bedah RS Tk.II Pelamonia Kesdam VII/Wirabuana

Kasubdep Anestesi Departemen Bedah dan Anestesi RS Tk. II 07.05.01 Pelamonia Kesdam VII/Wirabuana

Kasubdep Bedah Departemen Bedah dan Anestesi RS Tk. II 07.05.01 Pelamonia Kesdam VII/Wirabuana

Kadep Penyakit Saraf dan Jiwa RS Tk. II 07.05.01 Pelamonia Kesdam VII/Wirabuana
Sub SMF Penyakit Kulit Anak Departemen Kulkel RSPAD Gatot Subroto
Sub SMF Gol IV/Kol Bedah Saraf Departemen Bedah RSPAD Gatot Subroto
Ketua Komite Riset RSPAD Gatot Subroto
Ketua Komite Medik RSPAD Gatot Subroto (2019—2020)
Kakommed RSPAD Gatot Subroto (2020)
Wakil Kepala RSPAD Gatot Subroto (2020—Sekarang)

Dokter lain yang juga disebut berperan besar menyelamatkan mantan magician itu adalah Dr Wenny Tan hingga Dr Gunawan dan perawat di RSPAD.

Dua pekan sebelumnya,  Deddy Corbuzier tiba-tiba mengumumkan berhenti dari semua media sosial. Termasuk dari podcast yang membuatnya jadi kaya raya dalam beberapa waktu belakangan.

Setelah hampir dua pekan, Deddy Corbuzier akhirnya mengungkap alasannya berhenti total dari aktivitasnya.

Ternyata mantan suami Kalina Octarianny ini mengidap Covid-19.

Dan ia berjuang antara hidup dan mati karena kerusakan paru-paru yang sangat parah akibat penyakit yang menyerangnya.

Kini, setelah sembuh total, Deddy Corbuzier menyampaikan kondisi terbarunya lewat akun media sosialnya seperti dipantau Tribun-timur.com, Minggu (22/8/2021).

"Mohon maaf saya baru bisa memberitahu keadaan sebenarnya pada masyarakat, Intinya dua minggu saya break semua nya karena saya Hrs konsentrasi pada kesehatan saya," ujar Deddy.

"Saya sakit.. Kritis, hampir meninggal karena badai Cytokine, lucu nya dengan keadaan sudah negatif. Yes it's covid," sambungnya.

Deddy mengatakan dirinya terpapar tanpa gejala apapun, namun tiba tiba masuk ke dalam badai Cytokine dengan keadaan paru paru rusak 60% dalam dua hari.

"Jendral Lukman Waka RSPAD , Dr Wenny Tan hingga Dr Gunawan turun tangan semaksimal mungkin tuk menstabilkan keadaan saya keluar dr masa kritis. Yes it's a life and death situation," lanjut Deddy.

Deddy Corbuzier juga mengatakan jika oksigen darahnya tidak turun bahkan diam di 97-99 hingga ia bisa selamat walau dengan kerusakan paru yg parah.

Lebih lanjut Deddy Corbuzier mengungkap salah seorang yang merawatnya yakni Dokter Gunawan yang ternyata memiliki kisah luar biasa yang ia dengar langsung dari pasien-pasien yang dirawatnya.

"Dia mengeluarkan banyak uang pribadi untuk obat obat dan biaya lainnya untuk banyak pasien.. Krn dia tahu kalau tidak dibantu.. Mereka mati," katanya.

Deddy menyebut jika dokter Gunawan sampai menjual kendaraan miliknya untuk membantu puluhan pasiennya tanpa memikirkan keadaan ekonomi nya sendiri.

"This is my story and his story...

And this is our appreciation from me and @indonesiapastibisaofficial to him for saving many lives.

Dan yang terakhir... Thank you @indonesiapastibisaofficial

Thank u for helping all people... Incl me," pungkasnya.

Sebelumnya, Deddy Corbuzier mengumumkan dirinya mundur dari podcast yang ia rintis selama ini.

Deddy Corbuzier juga mengaku akan menyetop media sosial, termasuk WhatsApp.

Hal tersebut diumumkan langsung Deddy Corbuzier melalui akun Instagram pribadinya pada Selasa, 11 Agustus 2021.

“Untuk beberapa alasan, saat ini saya off (nonaktif) dari setiap media sosial, Podcast, and WhatsApp. Deddy Corbuzier,” ujar Deddy dalam bahasa Inggris.

Namun Deddy Corbuzier tidak menjelaskan alasannya berhenti menggunakan media sosial dan podcast.

Hanya, dalam keterangan unggahan di akun Instagramnya itu, Deddy Corbuzier menuliskan kalimat bijak.

“Bahkan dalam sarungnya pedang harus tajam, demikian juga pikiran dan roh harus ada di dalam tubuh,” tulisnya.

Tak hanya itu, Deddy Corbuzier juga mematikan kolom komentar. Sehingga, respons netizen hanya terlihat dari like atau suka yang diberikan.*

Postingan Lengkap Deddy Corbuzier

Ada banyak pihak yang  membantunya termasuk jenderal dan dokter yang sangat baik hati.

"Mohon maaf saya baru bisa memberitahu keadaan sebenarnya pada masyarakat,

Intinya dua minggu saya break semua nya karena saya Hrs konsentrasi pada kesehatan saya.

Saya sakit.. Kritis, hampir meninggal karena badai Cytokine, lucu nya dengan keadaan sudah negatif. Yes it's covid.

Tanpa gejala apapun tiba tiba saya masuk ke dalam badai Cytokine dengan keadaan paru paru rusak 60% dalam dua hari..

Jendral Lukman Waka RSPAD, Dr Wenny Tan hingga Dr Gunawan turun tangan semaksimal mungkin tuk menstabilkan keadaan saya keluar dr masa kritis.

Yes it's a life and death situation.

Hebat nya Oksigen darah saya tidak turun bahkan diam di 97-99 karena pola hidup sehat saya selama ini... hingga saya bisa selamat walau dengan kerusakan paru yg parah.

Bayangkan kerusakan sebesar itu tanpa penurunan oksigen.. That's and the doctor help.. Make me pass my critical time... Life and death.

But then.. Kisah saya berlanjut...

Dokter Gunawan yang merawat saya ternyata memiliki kisah luar biasa..

Yang saya dengar langsung dari pasien2 nya disana...

Dia mengeluarkan banyak uang pribadi untuk obat obat dan biaya lainnya untuk banyak pasien.. Krn dia tahu kalau tidak dibantu.. Mereka mati..

Maka sampai kendaraan pun ia relakan tuk membantu puluhan pasien nya...

Tanpa memikirkan keadaan ekonomi nya sendiri.

This is my story and his story...

And this is our appreciation from me and @indonesiapastibisaofficial to him for saving many lives.

Dan yang terakhir... Thank you @indonesiapastibisaofficial

Thank u for helping all people... Incl me. U ROCK

NOW!! #CLOSETHEDOOR
And FAK ppl who said endorse covid, don't go to hospital etc... U PEOPLE LIKE THAT... KILL OTHER PEOPLE!

(tribun-timur.com)

Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved