Breaking News:

Tribun Wajo

Pengguna Knalpot Brong Resahkan Warga di Kabupaten Wajo, Polisi Diminta Bertindak

"Tidak pagi, siang, sore, malam. Suaranya mengganggu sekali," kata lelaki yang bekerja di salah satu perusahaan swasta itu.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Saldy Irawan
tribuntimur.com
Dua kendaraan sepeda motor diamankan Polsek Pammana di lokasi balap liar, Jumat (16/4/2021) lalu. 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Pengguna knalpot brong meresahkan masyarakat di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Penindakan yang dilakukan Satuan Lalu Lintas Polres Wajo belum juga membuat jera para pengguna knalpot bersuara bising itu.

Salah satu keluhan itu diungkapkan warga, Kurniawan, yang tinggal di Kecamatan Pitumpanua.

"Suaranya bising sekali, mengganggu. Apalagi kalau malam hari, kita yang tinggal di jalan poros sangat terganggu," katanya, kepada Tribun Timur, Sabtu (21/8/2021).

Bahkan, Kurniawan menyebutkan, suara knalpot brong terdengar setiap hari.

"Tidak pagi, siang, sore, malam. Suaranya mengganggu sekali," kata lelaki yang bekerja di salah satu perusahaan swasta itu.

Selain di Kecamatan Pitumpanua, keluhan masyarakat terkait knalpot brong itu juga dikeluhkan masyarakat di Kecamatan Tempe.

Menurut Jumadil, warga Kecamatan Tempe, selain menimbulkan suara yang bising, pengguna knalpot brong kerap berkendara di atas kecepatan rata-rata, hal itu juga dapat membahayakan pengendara yang lain.

"Karena suaranya besar jadi pengguna motor seperti itu terpacu untuk berkendara diatas kecepatan rata-rata. Banyak warga yang sudah memposting di akun medsos masing-masing namun sejauh ini belum dapat meminimalisir pengguna knalpot racing," katanya.

Menurutnya, polisi mesti bertindak dan tidak tutup mata menyikapi keluhan warga inji.

"Polisi jangan tutup mata, atau jangan-jangan ini memang dibiarkan," katanya.

Penindakan polisi terhadap pengendara motor yang sengaja mengganti knalpot standarnya menjadi knalpot brong sudah sering terjadi. 

Aturan yang bisa menindak pengendara bermotor berknalpot racing atau tidak sesuai standar pabrikan tercantum dalam Undang-undang (UU) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 285 ayat (1). 

Pasal 285 ayat (1) berbunyi setiap pengendara sepeda motor yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan seperti spion, lampu utama, lampu rem, klakson, pengukur kecepatan, dan knalpot dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu.

Hingga berita ini diturunkan, Kasat Lantas Polres Wajo, AKP Hasanang yang dikonfirmasi terkait penindakan pengguna knalpot brong, belum memberikan tanggapan.

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved