Breaking News:

BPJS Kesehatan Cabang Makale

Gratis Konsultasi dan Pemeriksaan Kesehatan Melalui Prolanis

BPJS Kesehatan Cabang Makale rutin melakukan pemantauan terhadap peserta JKN-KIS yang menderita penyakit diabetes dan hipertensi.

Editor: Suryana Anas
BPJS Kesehatan Cabang Makale
Prolanis hadir di tengah masyarakat Kecamatan Uluwai, Kabupaten Tana Toraja, Kamis (22/07/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKALE - Sebagai salah satu program andalan BPJS Kesehatan, Program Pengelolaan Penyakit Kronis atau disingkat Prolanis kembali hadir di tengah masyarakat Kecamatan Uluwai, Kabupaten Tana Toraja, Kamis (22/07/2021).

Kegiatan Prolanis ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat, baik peserta sampai dengan petugas pemeriksa kesehatan semua diwajibkan menggunakan masker dan menjaga jarak.

Bekerja sama dengan Laboratorium Prodia, BPJS Kesehatan Cabang Makale rutin melakukan pemantauan terhadap peserta JKN-KIS yang menderita penyakit diabetes dan hipertensi.

Kedua penyakit ini memang menjadi salah satu momok bagi masyarakat Indonesia sebab penyakit ini menjadi salah satu dari sekian penyakit yang banyak menyebabkan kematian.

Maria Rante (52) adalah seorang peserta JKN-KIS kelas III yang di daftarkan oleh Pemerintah Daerah Kabuaten Tana Toraja.

Ia telah terdaftar sebagai salah seorang peserta Prolanis yang rutin setiap bulannya dilakukan pemantauan status kesehatannya dikarenakan hipertensi yang telah lama ia derita.

“Saya sering mengalami sakit luar biasa di area kepala sehingga membuat pandangan saya berputar-putar terkadang malah bisa lebih parah sakitnya apabila saya saya lupa atau terlambat minum obat. Beruntung saya mengikuti Program Prolanis dari BPJS Kesehatan ini, sejak saya mengikuti program ini saya tidak terlalu khawatir apabila penyakit hipertensi saya kambuh sebab saya sudah memiliki obat yang diresepkan rutin setiap bulannya,” ujar Maria.

Maria pun juga dapat berkonsultasi kepada dokter di Puskesmas apabila ada sewaktu-waktu ada hal-hal yang ingin ia tanyakan terkait dengan penyakit yang ia derita, misalnya pantangan makanan yang boleh dikonsumsi dan tidak boleh.

“Saya sangat senang sekali bergabung dalam Program Prolanis ini, selain dipantau kesehatan secara rutin saya juga bisa berkonsultasi dengan dokter di Puskemas tempat saya tedaftar tentang apa saja pantangan dari penyakit hipertensi ini,” tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved