Tribun Gowa
Alasan Bupati Gowa Tutup Sementara Gunung Bawakaraeng
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya tiga pendaki di Gunung Bawakaraeng pada 17 Agustus 2021.
Penulis: Sayyid Zulfadli Saleh Wahab | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya tiga pendaki di Gunung Bawakaraeng pada 17 Agustus 2021.
Hal itu disampaikan Adnan saat ditemui di Kantor Bupati Gowa Jl Mesjid Raya, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Kamis (19/8/2021) malam.
"Kenapa kita ambil kebijakan penutupan itu? bukan karena kita tidak menginginkan adanya orang naik ke Gunung Bawakaraeng tapi banyak faktornya," ujar Adnan.
Salah satu faktor dilakukan penutupan setelah melakukan koordinasi dengan Basarnas.
Cuaca di Gunung Bawakaraeng pada tanggal 16-18 Agustus kemarin itu terbilang ekstrim
Sehingga bisa dipastikan iklim di Gunung Bawakaraeng naik atau dingin dibandingkan beberapa waktu sebelumnya
"Pekan lalu saya juga sudah sampaikan kepada Pak Gubernur mohon izin, jika berkenan saya usulkan agar bisa dilakukan rapat berasama dengan pemerintah kabupaten lain yang merupakan akses jalur bisa naik ke Bawakaraeng ditutup," bebernya.
Apabila hanya Gowa melakukan penutupan sementara kabupaten lain tidak melakukan hal yang sama, maka pendaki masih bisa mendaki ke Gunung Bawakaraeng.
"Itukan kesannya sama saja bisa naik. Makanya itu hari saya usulkan supaya ini menjadi keputusan bersama," ujar Adnan.
Kabupaten Gowa melakukan penutupan akses Sinjai, Bantaeng, Bulukumba.
Sementara kabupaten lainya juga menutup akes.
"Sehingga tidak ada lagi akses pendaki untuk naik ke Bawakaraeng," paparnya.
Penutupan sementara itu dilakukan bukan karena tida menginginkan orang mendaki ke Gunung Bawakaraeng pada saat 17 Agustus kemarin.
Namun kata dia, penutupan sementara itu dilakukan mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.
"Coba bayangkan seandainya kita tidak tutup berapa banyak korban yang ada. Jadi kalaupun kita sudah keluarkan kebijakan kami berharap masyarakat bisa bekerjasama," tambah Adnan.
Untuk mengantisi agar kejadian serupa tidak terulang, Adnan bersama Kapolres Gowa berencan menutup sementara Gunung Bawakaraeng.
"Saya dan Kapolres mempertimbangkan akan menutup sementara Gunung Bawakaraeng sambil kita menggandeng anak-anak pencinta alam untuk bisa memperbaiki ekosistem yang ada di Bawakaraeng," tegasnya.
Dia berharap persoalan ini bisa jadi memontum untuk bekerjasama guna menutup sementara akses Gunung Bawakaraeng.
"Supaya kita memperbaiki betul ekosistem di Bawakaraeng sekaligus membersihkan sampah-sampah di sana agar Bawakaraeng bisa kembali seperti semula ," jelasnya.
"Kami beraharap satukan persepsi dan pemahaman. Sepakat kita tutup semua akses jalur Gnung Bawakaraeng sekaligus kita perbaiki ekosistem yang ada di sana," tambah Adnan.
Setelah itu, akan diatur sedemikian rupa apakah akan ada persyaratan dan ketentuan sebelum masyarakat mendaki ke Gunung Bawakaraeng.
Misalnya seperti di Gunung Bromo. Masyarakat yang ingin mendaki ada aturan dan persyaratannya.
Selain Gunung Bawakaraeng, hutan pinus dan wisata lainya masih ditutup sementara waktu.
Karena di kota berjuluk Butta Bersejarah ini masih berlansung PPKM level 3 hingga 23 Agustus mendatag.
Ia pun berharap agar selurih pihak bisa bekerjasama dengan baik.
Laporan Wartawan Kontributor Tribungowa.com, Sayyid Zulfadli
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/bupati-gowa-adnan-purichta-ichsan-654.jpg)