Breaking News:

Pilrek Unhas

Unhas Bukan Partai Politik, Pilih Pemimpin Bukan Sekadar Pilih Rektor

Mengutip ketua IKA Unhas, “Kita ingin memilih pemimpin untuk Unhas, bukan sekadar memilih Rektor Unhas” dalam Pemilihan Rektor Unhas atau Pilrek Unhas

Editor: AS Kambie
Unhas Bukan Partai Politik, Pilih Pemimpin Bukan Sekadar Pilih Rektor
DOK
Mulawarman, Alumni Universitas Hasanuddin

Oleh Mulawarman
Jurnalis dan Alumni FE Unhas

TRIBUN-TIMUR.COM – Unhas bukan partai politik. Ya, Unhas atau kampus beda dengan parpol.

Anak kecil pun pastinya tahu. Namun bukan berarti kampus aman atau steril dari paparan kultur atau kebiasaan sebuah parpol.

Praktik persaingan untuk kekuasaan, syahwat kompetisi, hingga berkembangnya politik primordialisme, mudah saja berkembang di lembaga yang seharusnya mengusung kultur akademis, yang rasional, bebas, terbuka, dan kritis.

Bila kampus sudah tumbuh benih-benih mementingkan golongan, sulit rasanya engharapkan dapat secara efektif menjalankan kewajiban tridharmanya.

Menurut UU No 12 tahun 2012 tentang Perguruan Tinggi, penyelenggaraan perguruan tinggi dilakukan dengan prinsip kebenaran ilmiah, demokratis, keteladanan, kebebasan, keadilan, tidak diskriminatif, menjunjung tinggi HAM, agama, budaya, kemajemukan, persatuan dan kesatuan bangsa.

Peraturan itu diperkuat statua Unhas yang memuat tata nilai penyelenggaraan Unhas berdasarkan pada nilai integritas, inovatif, katalis, dan arif.

Dua aturan itu secara jelas menjadi pemandu penyelenggaraan perguruan tinggi di Indonesia, khususnya Unhas.

Apalah jadinya bila perguruan tinggi berjalan tidak berdasarkan aturan berlaku.

Alih-alih mengharapkan dapat meluluskan para alumninya dengan kapasitas kompetisi yang memadai, malah kampus sibuk terlibat dalam intrik perbedaan superficial.

Quo Vadis Unhas

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved