Breaking News:

Pendaki Meninggal di Gunung Bawakaraeng

Ibu Pendaki Histeris, Baru Tahu Anaknya Meninggal Lewat Staf Kelurahan Kalegowa, Begini Ceritanya

Rumah duka juga tak jauh dari Kompleks Makam Sultan Hasanuddin. Diperkirakan jaraknya hanya sekira 200 meter. 

Penulis: Sayyid Zulfadli Saleh Wahab | Editor: Saldy Irawan
tribun-timur
Desi Yulianita, Ibu kandung Steven, korban pendaki yang meninggal dunia di Gunung Bawakaraeng, Rabu (18/8/2021) petang. 

TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Isak tangis menyelimuti rumah duka pendaki Gunung Bawakaraeng, Steven (21).

Rumahnya terletak di Jl Melati, Pallantikang, Kelurahan Kalegowa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, SUlawesi Selatan.

Rumah duka juga tak jauh dari Kompleks Makam Sultan Hasanuddin. Diperkirakan jaraknya hanya sekira 200 meter. 

Dari pantauan TribunGowa.com, Rabu (18/8/2021) petang, tampak di rumah duka terpasang benderah putih.

Tangis Vivi Desi Yulianita (41), Ibu kandung Steven tak terbendung. 

Air matanya terus bercucuran ketika dia mengetahui kabar anaknya meninggal dunia di atas gunung Bawakaraeng.

Dia mengatakan, bahwa anaknya berpamitan berangkat ke Malino hanya untuk liburan di kaki gunung Bawakaraeng, yakni di hutan Pinus Lembanna.

"Dia izin bilang mau pergi, jadi saya bilang boleh asal Sumba jangan mendaki. Dia (Steven) bilag saya tidak mendaki mami cuman di kaki gunung duduk-duduk ada rumahnya temanku," ujarnya saat ditemui di rumah duka. 

Dia mengaku anaknya kerap berpergian tetapi hanya di Tanralili

"Sering pergi ke Tanralili tapi baru kali ini dia pergi mendaki," ucap Vivi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved