Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Makassar

VIDEO: Pertama Kalinya, Pemkot Makassar Bakal Gelar Upacara 17 Agustus di Pantai Losari

Adapun alasan Danny memilih perayaan 17 Agustus di Pantai Losari untuk mencegah terjadinya kerumunan.

Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR | Editor: Hasriyani Latif

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Danny Pomanto bakal menggelar upacara peringatan 17 Agustus 1945 di Pelataran Anjungan Pantai Losari, Selasa (17/8/2021).

Kata Danny, hal ini merupakan yang pertama kali dilakukan di Anjungan Losari.

Sebab sebelumnya, peringatan hari proklamasi selalu diselenggarakan di Lapangan Karebosi.

Adapun alasan Danny memilih perayaan 17 Agustus di Pantai Losari untuk mencegah terjadinya kerumunan.

"Alasannya karena orang dibatasi, jadi kalau kita bikin di Karebosi, itu jadi lucu jadinya, karena cuma beberapa orang, dan skalanya begitu luas, sehingga nanti tidak khusyu dia," ujarnya saat diwawancarai.

"Kalau disini, dia masih pas skalanya, walaupun orangnya sedikit tapi tidak kelihatan, dan tetap kelihatan monumental," lanjutnya.

Setelah melakukan perayaan upacara kemerdekaan, Pemerintah Kota Makassar bersama TNI-Polri bakal menggelar upacara tematik.

Dengan membentangkan bendera merah putih sepanjang 1.000 meter di atas laut.

"Jadi intinya adalah kita membentangkan merah putih diatas laut, lebarnya itu 350x3, jadi 1.000 meter, dengan phinisi, dan 76 perahu nelayan, yang berisi 76 TNI-Polri, 76 para nelayan, diatas 76 boot perahu, perahu tradisional makassar," katanya.

Lanjutnya akan ada tiga segmen dalam perayaan kali ini, yaitu kebangkitan kesehatan, kebangkitan sosial, dan kebangkitan ekonomi.

"Jadi kita berharap bahwa proklamasi ini membuat kita lebih  bersatu, terutama menghadapi musuh kita, yaitu pandemi covid-19," tutupnya.

Sementara itu, Penanggung jawab Paskibraka, Iman Hud mengatakan, jika ada perubahan formasi dalam perayaan 17 Agustus kali ini.

"Formasi paskib berubah, formasi biasanya 70, menjadi 35. 35 pagi, 35 sore, tapi tetap ada berbentuk pasukan 7,8,45," jelasnya.

Peserta upacara juga dibatasi, bahkan orang tua anggota Paskibraka tidak diperkenankan hadir secara luring.

"Jadi secara teknis inikan dalam situasi belum normal, ada beberapa pembatasan jumlah, kemudian orang tua tidak diperkenankan hadir, jadi untuk menghindari kerumunan," jelasnya.

Untuk pihak pemerintahan, yang bakal hadir secara langsung hanya Forkopimda Makassar saja.

"Bahkan camat itu tidak ikut juga. beberapa tidak ikut, virtual di rumah masing-masing. jadi ini terbatas. Inikan dalam rangka mengantisipasi penyebaran covid-19, termasuk SKPD yang biasanya melibatkan banyak orang, ini cukup dibatasi, Forkopimda saja," tutupnya.

Simak videonya:(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved