Breaking News:

PT Semen Bosowa Maros Tegaskan Pemilik Sah Tanah di Siawung Barru, Optimistis Menang di Pengadilan

Perkara perdata ini bergulir sejak April 2021 lalu, hingga sekarang masih berlangsung dan belum selesai. Saat ini telah memasuki tahap Pembuktian

Editor: Ina Maharani
tribun timur
Legal Division Head Bosowa Semen Muhammad Rusli Usman (tengah) memberi penjelasan terkait sengketa tanah di Barru, dalam konfrensi pers yang digelar di Warkop Turatea, Makassar, Senin (16/8/2021). 

Makassar, Tribun - Saat ini di Pengadilan Negeri Barru tengah bergulir kasus perdata sengketa tanah dengan PT Semen Bosowa Maros sebagai penggungat dengan Rusmanto Mansyur Effendi dan kawan-kawan sebagai tergugat dan turut tergugat.

Perkara perdata ini bergulir sejak April 2021 lalu, hingga sekarang masih berlangsung dan belum selesai. Saat ini telah memasuki tahap Pembuktian atau pemeriksaan alat bukti surat.

Kasus tersebut terkait sebidang Tanah seluas 52.351 m2 di Desa Siawung, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.

Gambar Situasi tanggal 19 Januari 1995 No. 21 atas nama Hj. Siiti Saenab Daeng Take Jo. Atas nama Hajjah Sitti Aminah Jo. Atas nama Ir. H. Rusmato Mansyur Effendy

Dalam hal ini, PT Semen Bosowa Maros menegaskan pihaknya tidak melakukan pelanggaran hukum, dalam kepemilikan tanah tersebut, dan optimistis akan memenangkan kasus ini di pengadilan.

Demikian disampaikan Legal Division Head Bosowa Semen, Muhammad Rusli Usman, dalam konfrensi pers yang digelar di Warkop Turatea, Makassar, Senin (16/8/2021).

Rusli hadir memberi penjelasan, didampingi Lawyer PT Semen Bosowa Maros, Arifuddin, SH, MKn dan Corporate Communication Bosowa Semen Budiman Habe.

Dipaparkan Rusli, hal tersebut berdasar bahwa pihaknya melakukan pembelian tanah kepada Hj Norma, pihak yang sudah ditetapkan oleh Mahkamah Agung RI secara hukum sebagai pemilik sah tanah yang bersengketa tersebut.

“Hj Norma memenangkan sengketa tanah dari Hj Aminah pada 17 Januari 2007. Jadi tanah tersebut menjadi milik Norma sejak saat itu. Sementara kemudian Rusmanto membeli dari Aminah pada tanggal 12 Juli 2007. Jadi saat dibeli Rusmanto sudah tidak sah karena tanah itu sudah menjadi milik Hj Norma,”papar Rusli.

Karena hal itu, menurut Rusli, sertifikat tanah atas nama Rusmanto sudah terbantahkan karena aturan hukumnya semua surat yang terbit atas nama orang lain di objek sengketa tidak sah. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved