Breaking News:

Tribun Bulukumba

Di Depan Polisi, Bupati Bulukumba Minta Surat Tilang Dihambur

Andi Utta menyampaikan itu langsung di depan Kasat Lantas Polres Bulukumba AKP Andhika Trisna Wijaya.

Penulis: Firki Arisandi | Editor: Saldy Irawan
tribun-timur
Bupati Bulukumba Muchtar Ali Yusuf, meminta agar anggota kepolisian di Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bulukumba, untuk tidak segan-segan memberikan sanksi pada para pelanggar lalu lintas. 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Bupati Bulukumba Muchtar Ali Yusuf, meminta agar anggota kepolisian di Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bulukumba, untuk tidak segan-segan memberikan sanksi pada para pelanggar lalu lintas.

Itu disampaikan oleh Muchtar Ali Yusuf, saat meresmikan posko terpadu, di Jalam Sam Ratulangi, Kelurahan Caile, Kecamatan Ujung Bulu, Senin (16/8/2021).

Andi Utta menyampaikan itu langsung di depan Kasat Lantas Polres Bulukumba AKP Andhika Trisna Wijaya.

"Hambur surat tilang. Para pelanggar harus diberi sanksi. Pakai helm saja masih berbahaya, apalagi kalau tidak pakai helm," kata Andi Utta, sapaannya.

Bupat berlatar belakang pengusaha itu membeberkan, beberapa negara di luar negeri telah menerapkan aturan lalu lintas yang ketat.

Seperti misalnya di Negara Singapura. Pelanggar lalu lintas yang terekam kamera pengintai CCTV, bisa kena sanksi pencabutan Surat Izin Mengemudi (SIM).

"Kalau di Singapur, kalau kena kamera (melanggar lalu lintas) lima tahun izin dicabut. Kalau kita disini masih ada toleransi," beber Andi Utta.

Masih di Singapura, ketika SIM tersebut sudah dicabut dan masih kedapatan mengendarai lagi kendaraan, maka kartu tilang kembali di kirim ke rumahnya pelanggar tersebut. 

"Di lihat di CCTV, sanksinya lebih berat. Kita belum begitu," beber Andi Utta.

Itulah yang membuat pengendara di luar negeri lebih disiplin.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved