Breaking News:

Tribun Maros

Tak Sanggup Beli Air Rp2 Ribu/Jerigen, Warga Pajukukang Maros Gunakan Air 'Kotor' Mandi dan Mencuci

Warga Dusub Panaikang, Desa Pajukukang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros mengeluhkan krisis air bersih selama musim kemarau.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM/Nurul Hidayah
Kondisi warga Dusun Panaikang, Desa Pajukukang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros yang kesulitan mendapatkan air bersih 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Warga Dusub Panaikang, Desa Pajukukang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros mengeluhkan krisis air bersih selama musim kemarau.

Warga Desa Pajukukang bahkan sudah tiga bulan dilanda krisis air bersih.

Warga terpaksa menggunakan air dari sumur tadah hujan yang sudah berwarna keruh dan mengeluarkan bau.

Agar bisa mendapatkan suplai air untuk kebutuhan sehari hari, warga harus berjalan kaki beberapa kilometer menyusuri pematang sawah.

Salah seorang warga Pajukukang, Abdul Salam menyampaikan, kekeringan di desanya sudah menjadi langganan tiap tahun.

hanya saja Pemerintah setempat tak kunjung memberi solusi. 

" Ini sudah lebih 3 bulan merasakan kiris air, untuk kebutuhan sehari hari seperti mandi dan mencuci kita terpaksa menggunakan air tadah hujan yang rasanya asin," katanya.

Abdul mengaku tak punya pilihan lain, sebab tak mampu membeli air bersih yang harganya cukup menguras kantong.

"kami tidak mampu membeli air bersih tiap hari karena dirasa cukup mahal apalagi ini masa pandemi kita harus irit, " Katanya. 

Diketahui untuk harga air bersih yang ditawarkan oleh pengusaha pemasok air bervariasi, mulai dari Rp. 2000 perjirigen, dan Rp. 8000 perdrum. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved