Breaking News:

Tribun Jeneponto

Sama-sama Ngaku Dianiaya, Dua Warga Bontocini Jeneponto Saling Lapor ke Polisi

Kasus dugaan penganiayaan ini terjadi saat diadakan pembentukan pemilihan panitia pilkades di desa tersebut.

Penulis: Muh Rakib | Editor: Hasriyani Latif
Polres Jeneponto
Korban penganiayaan saat melapor ke SPKT Mapolres Jeneponto, Minggu (15/8/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, JENEPONTO - Dua warga Desa Bontocini, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan saling lapor atas dugaan kasus penganiayaan.

Keduanya bahkan mendatangi SPKT Polres Jeneponto untuk melaporkan kejadian itu, Minggu (15/8/2021).

Diketahui pelapor pertama bernama dr Sulfian melaporkan Syamsu, Kaharuddin Sita dan ketua BPD setempat dengan tuduhan penganiayaan.

Sementara Syamsu yang merasa dirugikan melaporkan balik dr Sulfian dengan tuduhan yang sama.

Kasus dugaan penganiayaan ini terjadi saat diadakan pembentukan pemilihan panitia pilkades di desa tersebut.

Dalam laporan dr Sulfian telah terjadi penganiayaan secara bersama-sama dimana saat itu korban sementara duduk di sekretariat karang taruna Desa Bontocini untuk menyaksikan pembentukan panitia desa. 

Namun tiba-tiba ia dipukul dari belakang.

Akibat dari penganiayaan itu, ia mengalami luka memar pada punggung serta luka gores pada bagian pipi dan kanang, luka gores pada bagian kelopak mata, luka memar pada bagian kepala, luka gores pada lengan atas kiri dan kanan.

Saat dikonfirmasi tribun-timur.com, ia menuturkan saat itu hanya sekadar memberikan masukan agar dari pihaknya juga dipilih sebagai panitia.

Namun tiba-tiba dari arah belakang dia dipukul oleh Syamsu dan Kaharuddin Sita lalu ketua BPD ikut serta memukul dari depan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved