Breaking News:

Tribun Kampus

Akademisi UINAM: Perempuan Agent Tolenransi di Kota Makassar

Ia mengungkapkan, intolenrasi sudah kelihatan sejak tahun 1998 dengan berbagai kasus rasis, gender.

Penulis: Ari Maryadi | Editor: Saldy Irawan
tribun-timur
Akademisi UIN Alauddin Makassar Prof Siti Aisyah Kara menjadi salah satu narasumber dalam LIVE SOSIALISASI PUBLIK LAPAR Sulsel edisi ketiga, Sabtu (14/8/2021) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Akademisi UIN Alauddin Makassar Prof Siti Aisyah Kara menjadi salah satu narasumber dalam LIVE SOSIALISASI PUBLIK LAPAR Sulsel edisi ketiga, Sabtu (14/8/2021) kemarin.

Diskusi publik mengangat tema Makassar Menuju Kota Toleran Melalui Kebijakan yang Inklusif.

Prof Aisyah membawakan materi tentang Perempuan Agent Tolenransi di Kota Makassar.

Ia mengatakan Indonesia punya komitmen terhadap pluralisme/inklusifitas. Indonesia punya komitmen luar biasa, membuat semacam perda dalam rangka toleransi.

"Jadi toleransi itu adalah gagasan dan komitmen individu atau kelompok yang mendorong sikap dan perilaku mewujudkan kehidupan bersama secara harmonis dan rukun," katanya.

Prof Aisyah mengatakan, dalam relasi sosial, seorang disebut toleran jika sikap dan tindakannya memberikan keleluasaan kepada orang lain untuk melaksanakan hak-haknya sesuai dengan UU atau norma.

Ia mengungkapkan, intolenrasi sudah kelihatan sejak tahun 1998 dengan berbagai kasus rasis, gender.

Dan dalam catatan itu ia berkesimpulan isu-isu agama, isu-isu minoritas hanyalah bagaimana intigator percepat pada kasus-kasus politik dan diksriminasi ekonomi.

Sebab, kalau di Poso tahun 1998 daerah sangat plural, namun sejak saat itu dimasuki persoalan politik, ditambah persoalanan masyarakat suku asli merasa terdiskriminasi.

"Status ini mungkin jadi isu jadi isu utama pada mengarah diboncengi muncul isu agama, itu sudah jadi catatan kita semua," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved