Breaking News:

Polbangtan Gowa

Tingkatkan Kapasitas Penyuluh Pertanian, Polbangtan Gowa Buka Program Rekognisi Pembelajaran Lampau

Melalui RPL diberikan kesempatan yang lebih luas untuk Penyuluh Pertanian yang telah memiliki pengalaman kerja

Editor: Saldy Irawan
Kementan
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) 

TRIBUNTIMUR.COM, GOWA- Untuk meningkatkan kapasitas Penyuluh Pertanian yang telah diangkat menjadi ASN PPPK,  Kementerian Pertanian melalui Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) tengah menyiapkan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

 RPL sendiri merupakan penyetaraan akademik atas pengalaman kerja atau pelatihan bersertifikasi untuk memperoleh kualifikasi pendidikan tinggi di berbagai program studi di Polbangtan. 

Selain itu RPL juga sebuah implementasi dari pembelajaran sepanjang seumur hidup untuk meningkatkan jumlah angkatan kerja yang terdidik dan berkeahlian. 

Melalui RPL diberikan kesempatan yang lebih luas untuk Penyuluh Pertanian yang telah memiliki pengalaman kerja, agar dapat menempuh pendidikan yang lebih tinggi lagi. 

Sistem pembelajarannya pun tetap memakai satuan kredit semester (sks) dalam bentuk mata kuliah, yang diperoleh melalui pengalaman kerja atau pelatihan bersertifikasi. 

Menteri Pertanian  Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengatakan selain petani, Penyuluh Pertanian merupakan ujung tombak pembangunan pertanian. Penyuluh berperan dalam mendampingi petani di lapangan.

"Saat ini jumlah tenaga penyuluh pertanian masih sangat kurang. Maka pemerintah  merekrut penyuluh Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) untuk menjadi ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Penyuluh Pertanian. Untuk menjadi ASN PPPK diperlukan penyuluh-penyuluh dengan kompeten", ungkap Mentan.

Mentan menekankan, pengakuan kompetensi penyuluh  yang meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja sangat diperlukan dalam mendukung tugas dan kinerja penyuluh di lapangan dan ini diakui melalui sertifikasi kompetensi penyuluh. 

Pada kesempatan berbeda, Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi mengingatkan dinamika sektor pertanian berkembang dengan cepat, sehingga penyuluh dituntut meningkatkan kapasitas dan kompetensinya.

"Kinerja penyuluhan kita masih jauh dari harapan, karena kondisinya, kita bisa memaklumi. Namun hal itu tidak bisa menjadi alasan untuk menutupi kinerja kita, atau membuat kerja tidak semangat," kata Dedi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved