Breaking News:

Tribun Wajo

Inovasi Go Cantik Dinas Kesehatan Wajo Diluncurkan

angka kasus Deman Berdarah Dangue (DBD) di Kabupaten Wajo memang cukup tinggi dua tahun terakhir.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/HARDIANSYAH
Program inovasi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo, drg Armin, yakni Go Cantik, resmi diluncurkan di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo, Kamis (12/8/2021). 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Program inovasi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo, drg Armin, yakni Go Cantik, resmi diluncurkan di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo, Kamis (12/8/2021).

Inovasi Go Cantik merupakan akronim dari Gerakan Wajo Mencari Jentik, yang diketahui adalah aksi perubahan yang dilakukan drg Armin sebagai salah satu peserta pelatihan kepemimpinan tingkat II LAN RI.

"Tahapan rencana strategis telah kami laksanakan mulai dari pembentukan tim kerja, penyusunan modul Go Cantik, regulasi berupa  Peraturan Bupati Go Cantik Nomor 126 Tahun 2021 sampai tahap launching dan dan sosialisasi hari ini," kata drg Armin.

Selain itu, angka kasus Deman Berdarah Dangue (DBD) di Kabupaten Wajo memang cukup tinggi dua tahun terakhir.

Pada 2019 lalu, ada 297 kasus DBD. Lalu, pada 2020 lalu, ada 124 kasus. Sementara, pada semester awal 2021 ini, ada 115 kasus DBD.

Go Cantik ini bertujuan menjadikan Wajo sebagai kabupaten bebas jentik sehingga memiliki manfaat untuk masyarakat sehat, produktif, dan sejahtera. 

"Adapun outputnya meningkatnya peran serta keluarga dan masyarakat dalam pencegahan demam berdarah dengue (DBD). Sementara outcomenya meningkatnya angka bebas jentik diatas 95 persen, serta terbentuknya rumah tangga, perkantoran, sekolah, dan lingkungan bebas jentik," katanya.

Mantan Direktur RSUD Siwa itu menambahkan, pemerintah bisa bekerja sama para stakeholder termasuk pengusaha ikan hias/ikan cupang untuk mengurangi jentik di rumah atau perkantoran.

Mendukung program Go Cantik yang mengutamakan penggerakan masyarakat, Dinkes bekerja sama dengan Dinas Informasi, Komunikasi, dan Statistik Wajo untuk memaksimalkan pelaporan berbasis android yang bisa langsung diakses melalui telepon seluler.

Bupati Wajo, Amran Mahmud, memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Kepala Dinkes Wajo atas terobosan dan inovasinya dalam rangka mencegah penyebaran penyakit DBD.

"Penyakit DBD bukan hanya tanggung jawab bidang kesehatan, melainkan seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat," katanya.

Berdasarkan angka penyebaran kasus DBD yang dipaparkan Dinkes Wajo, Amran Mahmud cukup prihatin dan berharap dengan adanya Go Cantik, mampu menekan angka penyebaran itu.

"Penyebarannya hampir di semua kecamatan, sementara angka kematian akibat DBD hampir setiap ada. Berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi, penyebab umumnya adalah penderita terlambat dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan."

Ketua PMI Wajo itu menyebutkan, masalah yang terjadi saat ini adalah masih belum optimalnya peran serta masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk. Kehadiran Go Cantik pun diharapkan bisa membawa perubahan positif.

Gerakan ini sejalan dengan program nasional yaitu gerakan 1 rumah 1 juru pemantau jentik (jumantik) dan tema ASEAN Dengue Day (ADD) tahun ini adalah Bersama Lawan Dengue.

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved