Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Nitya Krishinda Maheswari

Ingat Nitya Krishinda? Mantan Pasangan Greysia Polii sebelum Apriyani Rahayu, Kondisinya Sekarang?

Nitya Krishinda Maheswari merupakan pemilik smes terkuat dan merupakan pasangan Greysia Polii sebelum Apriyani Rahayu. Ia meraih emas di Asian Games

Tayang:
Editor: Arif Fuddin Usman
badmintonIndonesia.org
Nitya Krishinda Maheswari (kiri) saat masih main berpasangan dengan Greysia Polii melawan Tang Jinhua/Tian Qing di Indonesia Open 2015 

TRIBUN-TIMUR.COM - Bagi pecinta pebulutangkis ganda putri, tentu tak asing dengan Nitya Krishinda Maheswari.

Nitya Krishinda Maheswari merupakan pemilik smes terkuat dan merupakan pasangan Greysia Polii sebelum Apriyani Rahayu.

Nitya Krishinda Maheswari diketahui sudah pensiun dari pemain bulutangkis.

Mantan pasangan Greysia Polii kelahiran Blitar, Jawa Timur, 16 Desember 1988 (umur 32 tahun) itu gantung raket karena cedera lutut yang dialaminya.

Waktu masih menjadi atlet ia merupakan pemain bulutangkis binaan dari PB Jaya Raya dan kemudian menjadi pemain Pelatnas Cipayung.

Nitya merupakan peraih medali emas SEA Games 2011 di Jakarta dengan Anneke Feinya Agustin.

Lalu meraih medali emas Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan bersama Greysia Polii.

Pada saat itu, dia pernah menjadi ganda putri nomor dua terbaik dunia saat berpasangan dengan Greysia Polii.

Bersama Greysia Polii pula Nitya meraih medali perunggu Kejuaraan Dunia 2015 di Jakarta. 

Nitya Krishinda Maheswari merupakan salah satu pebulutangkis terbaik pada masanya.

Setelah meraih medali emas Asian Games 2014, Nitya dan Greysia tersingkir di perempat final Olimpiade Rio 2016.

Lalu di akhir tahun 2016 mengakhiri cedera yang memaksanya naik meja operasi pada awal 2017.

Dia lantas memutuskan pensiun tahun 2019. Jadi Nitya gantung raket mendahului Greysia.

Saat itu, Greysia Polii pun makin kompak saat dipasangkan dengan Apriyani Rahayu.

Ikut Perjalanan Greysia/Apriyani

Kini, saat ramai Olimpiade 2020, Nitya ternyata tetap mengikuti perjalanan Greysia/Apriyani.

Bahkan sejak fase penyisihan grup Nitya terus menonton laga mantan pasangannya itu hingga sukses menyabet medali emas di nomor ganda putri.

Nitya mengaku memiliki waktu untuk melihat langsung permainan Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Salah satu alasannya karena ia banyak di rumah karena adanya pembatasan sosial atau PPKM selama pandemi virus corona.

Dikutip dari di kanal Youtube PB Djarum, Nitya Krishinda masih sesekali main bulutangkis meski kini telah pensiun.

"Kegiatan saya masih main bulutangkis sesekali," ujarnya saat berbincang santai di YT PB Djarum.

"Cuma karena PPKM ini kan di sini GOR dan segala macam harus tutup, jadi olahraga di rumah aja," ucapnya.

Sepanjang mengikuti permainan Greysia/Apriyani di Olimpiade Tokyo, Nitya memuji kualitas Apriyani.

Terutama dengan status masih sebagai atlet muda, namun bisa tampil lepas di olimpiade pertamanya.

Berangkat dari tampil tanpa beban itulah membuat Greysia/Apriyani mengalahkan pemain unggulan.

"Saya melihat dia (Apri) main lepas banget, terlihat tidak ada beban," papar Nitya.

"Memang pasti ada beban sedikit, tapi sangat tidak terlihat. Dia main enjoy banget, kemampuan dia benar-benar dikeluarin," tegasnya.

Setelah Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih medali emas Olimpiade 2020, Nitya Krishinda Maheswari berharap pasangan ini bisa menjadi panutan bagi anak muda.

"Terutama untuk proses regenerasi ganda putri di Indonesia akan semakin baik," ujarnya.

Jadi Pelatih Atlet

Setelah operasi tahun 2017, Nitya sempat kembali bermain dengan berpasangan dengan Yulfira Barkah dan Ni Ketut Mahadewi Istarani.

Namun duet Nitya Krishinda Maheswari bersama Yulfira maupun Ketut tidak berjalan lama.

Sebab, wanita berusia 30 tahun itu kembali mendapat cedera saat mengikuti turnamen Thailand Open 2018.

Kini Nitya Krishinda Maheswari resmi melakoni tugas barunya sebagai asisten pelatih ganda putri nasional.

Greysia Polii pun tak bisa menahan air matanya ketika memberi ucapan selamat pada sahabatnya.

Bersama dengan rekan-rekan yang lain, Greysia mengalungkan selempang bertuliskan kata "Coach Nitya" dan memberikan sebuket bunga.

”Makasih ya udah pernah berjuang bersama, Semua tangisan, suka cita, candaan, kesedihan, kemenangan dan kekalahan itu menjadi kenangan buat kita,” ujar Greysia dalam video tersebut.

Mendengar ucapan itu, Nitya Krishinda Maheswari pun tak bisa menahan haru.

"Karena kalian semua aku merasa jadi saudara, bukan cuma temen aja buat kalian, tapi juga saudara," ujar Nitya menanggapi kesan dan pesan sahabatnya.

"Mau cerita kenyataan sedikit. Sewaktu sedang buat video ini tanpa sadar airmata ngalir karena ikut merasakan perjuangan seorang Nitya Krishinda," tulis Greysia Polii di media sosial Instagram.

Nitya Krishinda Maheswari lahir dari ayah berdarah Papua dan ibu berdarah Jawa.

Ayahnya, Panus Korwa, adalah mantan pemain sepak bola nasional yang bermain untuk Arema Indonesia.

Sepupunya, Lisa Rumbewas, adalah seorang atlet angkat besi terkenal dan 2 kali peraih medali perak Olimpiade.

Pamannya Levi, ayah Lisa, adalah seorang binaragawan. (*)

Nama lahir: Nitya Krishina Maheswari Korwa

Kebangsaan:  Indonesia

Lahir: 16 Desember 1988 (umur 32)

Asal: Blitar, Jawa Timur, Indonesia

Tinggi: 1,68 m (5 ft 6 in)

Pegangan: Kanan

Ganda Putri

Peringkat tertinggi: 2 bersama Greysia Polii (28 Januari 2016)

Peringkat terakhir: 78 bersama Greysia Polii (29 Agustus 2017)

Catatan medali Mewakili   Indonesia

Kejuaraan Dunia --> Perunggu Jakarta 2015 Ganda Putri

Kejuaraan Asia --> Perunggu Wuhan 2016 Ganda Putri

Asian Games --> Emas Incheon 2014 Ganda Putri

SEA Games --> Emas Indonesia 2011 Ganda Putri

SEA Games --> PerakMyanmar 2013 Ganda Putri

Sudirman Cup --> Perunggu Dongguan 2015 Beregu Putri

Kejuaraan Dunia Junior --> Perunggu Incheon 2006 Ganda Putri

Sumber: BolaStylo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved