Fakultas Teknik Unhas
Prof Arsyad Sebut FT Unhas Punya Kapasitas Jadi Institut, Rektor Beri Lampu Hijau
Dekan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Muhammad Arsyad Thaha menyebut Fakultas Teknik bisa menjadi institut.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dekan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Muhammad Arsyad Thaha menyebut Fakultas Teknik bisa menjadi institut.
Sebab, kata Prof Arsyad, Fakultas Teknik punya kapasitas untuk menjadi tujuan menjadi institut itu.
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada webinar Seri 1 dalam rangka Dies Natalis ke-61 Fakultas Teknik Unhas, Rabu (4/8/2021).
“Kapasitas ini belum sepenuhnya terpakai, aplagi kalau fakultas ini ditakdirkan jadi intitut teknologi,” katanya.
Prof Arsyad mengatakan bahwa jika pemerintah dan rektor merestui pembentukan institut tersebut, fakultas teknik bisa lebih memberikan perannya lagi.
“Insya Allah semakin besar perannya khususnya mengembangkan teknologi integratif di kawasan timur Indonesia,” tuturnya.
Lebih lanjut, Prof Arsyad mengatakan bahwa jika hal itu tercapai, Institut ini bakal sama-sama membesarkan Unhas.
“Sehingga bersama-sama dengan induknya semakin besar di kawasan timur Indonesia,” katanya.
Sementara itu, di kesempatan yang sama Rektor Unhas Prof Dwia memberikan ‘lampu hijau’ atas cita-cita Fakultas Teknik.
“Kalau semangat ingin menjadi institut harus kita hargai. Saya kira sudah cukup siap,” katanya.
Olehnya itu, Prof Dwia mengatakan agar bersama-sama menyusun suatu strategi atau rencana dalam mewujudkan sebuh instutut.
“Tentu indikatornya adalah kesiapan dan produk-produk inovatif yang merupakan bagian dari kekuatan yang menjadi bagian dari instutut,” paparnya.
Prof Dwia juga mengatakan bahwa dukungan para mitra sangat dibutuhkan dalam mencapai tujuan tersebut.
“Saya berayukur adanya Incubator Technology & Business yang menjadi semangat Fakultas Teknik,” katanya.
“Ini daya tariknya Fakultas Teknik oleh para mitra untuk sama-sama membangun kerja sama,” sambungnya. (*)