Breaking News:

Tribun Enrekang

Dituding Pungli Tarif SIM dan Pajak STNK, Kasat Lantas Polres Enrekang Membantah

Sejumlah warga mengeluhkan adanya dugaan praktik Pungli di kantor SAMSAT dan Pelayanan SIM di Satlantas Polres Enrekang

Penulis: Muh. Asiz Albar | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/MUH ASIZ ALBAR
Layanan di Kantor Samsat Enrekang, Kabupaten Enrekang. 

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Sejumlah warga mengeluhkan adanya dugaan praktik pungutan liar (Pungli) yang terjadi  di kantor Satuan Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) dan Pelayanan SIM di Satlantas Polres Enrekang, Sulawesi Selatan. 

Salah seorang warga, Ciwan mengatakan prakter Pungli itu terungkap lantaran beberapa rekannya saat mengurus SIM dan STNK diberikan tarif yang tidak sewajarnya dibayarkan ke pihak Samsat dan pelayanan SIM Satlantas Polres Enrekang

Padahal jelas pada Undang-Undang nomor 60 tahun 2016 tentang Jenis dan tarif atas jenis PNBP yang berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Tapi justru tarif yang diberikan kepada rekannya berbeda jauh dari peraturan undang-undang tersebut.

"Salah satu teman saya yang mengurus SIM C dikenakan tarif Rp 305 ribu padahal tarif penerbitan  SIM C Rp 100 ribu, jadi biaya kesehatannya Rp 205 ribu dong, kalau begitu," kata Ciwan kepada TribunEnrekang.com, Rabu (4/8/2021).

Ia menambahkan, tidak ada bedahnya dengan samsat Enrekang mengenai pembayaran pajak motor jelas sekali tertera di STNK tarifnya Rp 215 ribu tapi dinaikkan jadi Rp 218 ribu sehingga ada selisih Rp 3 ribu.

"Meski hanya Rp 3 ribu tapi kalau dikali banyaknya masyarakat yang urus bisa banyak kan," jelasnya.

Ia menyayangkan, praktek pungli yang dilakukan oleh Samsat dan Pelayanan SIM Polres Enrekang yang mencedrai nama baik penegak hukum yang seharusnya yang memberikan contoh baik ke masyarakat.

"Saya harap pak Kapolres, ketika tidak mengambil tindakan dan memberikan sanksi kepada anggotanya yang melakukan tindakan pungli, maka kami akan menggelar unjuk rasa," tegas Ciwa yang seorang aktivis ini.

Terpisah, Kasat lantas Polres Enrekang, Iptu Muh Althof Zainudin, membantah tudingan Pungli tersebut.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved