Breaking News:

Tersangka Korupsi RS Batua

Dua Dokter Ditetapkan Tersangka dalam Kasus Mangkrak RS Batua, Satu Putri Mantan Wali Kota Makassar

Untuk identitas para tersangka diungkapkan Kompol Fadli, satu diantaranya merupakan kepala dinas.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Saldy Irawan
DOK TRIBUN-TIMUR.COM
Pengerjaan Tahap II RS Batua Makassar - Kondisi proyek Puskesmas Batua Raya. Layanan kesehatan dipindahkan di Kampus Akademi Ilmu Gizi Indonesia Yayasan Pendidikan Amanagappa (AiGI-YPAg), Jl Batua Raya, Kota Makassar. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Butuh waktu setahun lebih, Subdit Tipidkor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel menetapkan 13 tersangka kasus korupsi proyek mangkrak RS Batua.

Alasannya, lantaran lambatnya hasil penghitungan kerugian negara oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Terkait kasus Puskesmas Batua, seyogyanya kita tunggu satu tahun lebih hasil periksaan dari BPK-RI," kata Dirkrimsus Polda Sulsel Kombes Pol Widoni Fedri didampingi Kasubdit Tipidkor Kompol Fadli saat merilis pengungkapan kasus itu, di kantornya, Senin (2/8/2021) siang.

Hasil audit BPK itu, lanjut Widoni menjadi dasar penentuan tersangka dalam kasus itu.

Dan baru diperoleh pihaknya pada 14 Juli kemarin.

"Hasil pemeriksaannya (BPK) yang ternyata yang kami tunggu-tunggu ini penyampaian lisan maupun tertulis, faktanya pembangunannya (RS Batua) total lost. Kerugain negara itu Rp 22 milliar lebih," ujarnya.

Atas adanya hasil penghitungan kerugian negara itulah, kata dia, pihaknya pun berani menentukan para tersangka.

Dalam kasus itu, sedikitnya ada 13 orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

Untuk identitas para tersangka diungkapkan Kompol Fadli, satu diantaranya merupakan kepala dinas.

"AN, SR, MA, FM, AS, MW, AS, MK, AS, AEH, DR, APR, RP. Ada dari dinas, ada dari Pokja, ada dari pelaksana," ungkap Kompol Fadli.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved