Breaking News:

Tribun Bone

Polres Bone Tetapkan Lima Tersangka Kasus Illegal Fishing

Kapolres Bone, AKBP Try Handoko mengatakan, lima orang yang ditetapkan tersangka masing-masing SD, HS, AB, AL dan UM.

Penulis: Kasdar Kasau | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM/KASDAR
Kapolres Bone, AKBP Try Handoko menggelar Konferensi Pers terkait penetapan tersangka Ilegal Fishing di Bone 

TRIBUNBONE.COM, BONE - Polres Bone menetapkan lima orang tersangka kasus illegal fishing.

Kapolres Bone, AKBP Try Handoko mengatakan, lima orang yang ditetapkan tersangka masing-masing SD, HS, AB, AL dan UM.

Beberapa saksi yang telah diperiksa dalam kasus tersebut ada dari Dinas Perikanan Kabupaten Bone, Dinas Kelautan Provinsi Sulawesi Selatan.

Pihaknya juga telah mengumpulkan beberapa barang bukti.

"Lima perahu motor untuk trawll, kemudian ada beberapa hasil tangkapan ikan, kepiting suji, udang dan cumi," ujar Try Handoko saat menggelar jumpa pers, Senin (2/8/2021).

Namun pihak kepolisian belum menahan kelima tersangka dalam kasus tersebut.

Pengungkapan kasus illegal fishing di Bone berawal saat ditemukannya jaring trawll di Perairan Teluk Bone, Desa Lamuru, Kecamatan Tellu Siattinge, Kabupaten Bone, Selasa (29/6/2021).

Kemudian Rabu (7/2021) sekira pukul 17.00 Wita, Polisi menangkap tersangka HS, AB dan AL.

Barang bukti yang diamankan saat itu alat jaring trawll di Perairan Teluk Bone tepatnya di Desa Maner,a Kecamatan Salomekko.

Selanjutnya di Perairan Teluk Bone, Desa Pattiro Sompe, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, Petugas Kepolisian Sat Polair Polres Bone menemukan tersangka UM dengan barang bukti jaring trawl.

Tersangka telah melanggar Undang-Undang (UU) tentang Perikanan UU 45 tahun 2009 perubahan atas pasal 31 tahun 2004 dan junto 100 B.

Setiap orang dilarang memiliki, menguasai, membawa, dan/atau menggunakan alat penangkapan dan/atau alat bantu penangkapan ikan yang mengganggu dan merusak keberlanjutan sumber daya ikan.

"Barang siapa melanggar UU 45 tahun 2009 akan mendapatkan hukuman penjara 5 tahun dan denda 2 miliar," tegas AKBP Try Handoko W.P S.I.K.

Selain itu tersangka terancam pidana 1 tahun penjara atau denda 250 juta. 

Kasus ini telah dilimpahkan kepada Kejari Bone.(*)

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved