Breaking News:

Budidaya Porang

Kelakar Syaharuddin Alrif Pendiri Sekolah Porang: Hasil Pisang Biayai Sekolah, Porang Beli Alphard

Kelakar Syaharuddin Alrif Pendiri Sekolah Porang Sidrap: Hasil Pisang Biayai Sekolah, Porang Beli Alphard

Editor: Mansur AM
TRIBUN-TIMUR.COM/citizen reporter
PORANG SULSEL - Penggagas Sekoilah Porang Sidrap Syaharuddin Alrif dan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo di Kebun Porang Bendoro 

TRIBUN-TIMUR.COMm SIDRAP - Penggagas dan pendiri Sekolah Porang di Bendoro Sidrap, Sulsel, Syaharuddin Alrif, punya kelakar untuk memotivasi para petani di sulsel untuk melirik budidaya Porang.

Di Bendoro, Kabupaten Sidrap, Syaharuddin Alrif membina petani porang. Kebun Porang tumpang sari dengan tanaman pisang. Kurang lebih 80 hektar. 

"Hasil pisangnya untuk biaya kebutuhan sekolah anak-anak, biaya hidup sehari-hari. Nah hasil porang nanti untuk beli Alphard," kata Syaharuddin.

Kelakar ini juga pernah disampaikan saat menerima kunjungan kerja Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) di kebun porangnya.

Mentan SYL mendorong petani-petani muda untuk bergairah dan memiliki kreativitas mengelola sektor pertanian sehingga menghasilkan produk siap pakai. Tidak hanya itu, petani milenial yang agresif dalam dunia pertanian juga akan disupport oleh jajaran pemerintah.

“Hari ini Syaharuddin membuktikan tanah yang seperti apa adanya ini dengan porang bisa menghasilkan miliaran rupiah dan tidak hanya itu tumpang sari beliau lakukan dengan pisang,” kata Syahrul 5 Juni 2021 lalu.

 Menurut SYL, upaya memajukan komoditas porang hingga menghasilkan kualitas ekspor yang bagus, melibatkan peran lintas kementerian. Kementan di sisi pengembangan budidaya dan produksinya, sinergitas yang dilakukan oleh lembaga lainnya dilaksanakan seperti dari Kementerian Perindustrian yang membina industri pengolahan, sedangkan pasar dan ekspor oleh Kementerian Perdagangan.

"Porang ini masuk super prioritas pertanian. Porang ini masa depan. Saya mau lihat hasil pengembangannya dalam 3 bulan lagi. Buat ini lebih kuat,” kata SYL.

Perlu diketahui, produksi komoditas porang sebanyak 80 hingga 85 persen dihasilkan dalam bentuk chips untuk di ekspor, sedangkan 10 hingga 15 persen untuk konsumsi dalam negeri dalam bentuk beras porang maupun mie porang.

Selain pengolahan pascapanen menjadi beras Porang dan mie, komoditas porang mempunyai 21 produk turunan dalam bentuk makanan lainnya, kosmetik, industri dan yang lainnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved