Breaking News:

Vaksin Corona

Stok Vaksin Covid-19 Sempat Habis di Daerah, Juru Bicara Vaksinasi Bocorkan Rencana Pemerintah

Hal tersebut membuat program vaksinasi covid-19 massal terhambat dan tidak berjalan maksimal di berbagai daerah.

Editor: Ansar
TribunJateng
Pelajar SMA N 1 Semarang menerima suntikan vaksin COVID-19 dosis pertama dari tenaga kesehatan Pemerintah Kota Semarang, Rabu (14/7/2021). Selain pelajar SMA N 1 Semarang, vaksinasi juga dilaksanakan di SMP N 3 Semarang, SMP N 2 Semarang, SMP N 15 Semarang, dan SMP N 32 Semarang. Untuk pelaksanaan vaksinasi pelajar SMP semua di pusatkan di SMP N 3 Semarang. BIN Jawa Tengah memberikan bantuan 3000 vaksin untuk pelajar. 

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi mengakui, stok vaksin covid-19 masih terbatas, sehingga beberapa daerah belum bisa melakukan vaksinasi secara optimal.

Saat ini, baru 30 persen stok vaksin yang diterima dari total kebutuhan nasional sebanyak 426 juta dosis vaksin.

"Di bulan Juli ini beberapa daerah mengatakan mereka belum bisa melakukan vaksin karena belum dikirim dari pusat, ya karena memang jumlah vaksin yang kita terima 151,9 juta itu sebenarnya masih kurang lebih 30 persennya dari kebutuhan kita, karena kebutuhan kita kan 426 juta dosis," jelasnya, dalam diskusi secara virtual, Selasa (27/7).

Bertahap

Nadia menuturkan, sebanyak 426 juta dosis vaksin itu baru bisa dipenuhi oleh produsen hingga Desember 2021.

Oleh karenanya, saat ini pemberian vaksinasi dilakukan pada kelompok prioritas secara bertahap.

"Nah Alhamdulillah di Juli ini kita mendapatkan suplai vaksin yang lebih banyak dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, tentunya ini akan semakin bertambah di Agustus nanti kurang lebih akan ada 60 juta dosis," ujarnya.

Nadia menyatakan, stok vaksin akan terus bertambah di bulan berikutnya hingga Desember 2021. "Di September, Oktober, November, Desember sekitar 70 juta dosis," ucapnya.

Adapun, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, stok vaksin covid-19 yang saat ini dimiliki pemerintah sebanyak 22 juta dosis. Sedianya, stok yang dimiliki sebanyak 85 juta dosis vaksin.

Tetapi dari jumlah itu, yang telah disuntikkan kepada masyarakat sebanyak 63 juta dosis. "Jadi ada stok pusat, provinsi, kabupaten/kota sekitar 22 juta dosis. Itu stok enggak sampai satu bulan," katanya, dalam konferensi pers secara virtual, Senin (26/7).

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved