Breaking News:

Tribun Enrekang

Soal Kasus Anggaran Reses DPRD Enrekang, Legislator dan Sekwan Saling Menyalahkan

Seluruh Anggota DPRD Enrekang beserta terpaksa harus mengembalikan sejumlah dana perjalanan dinas (Reses) nya tahun 2020.

Penulis: Muh. Asiz Albar | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/MUH ASIZ ALBAR
Kantor DPRD Enrekang, Kelurahan Puserren, Kecamatan Enrekang. 

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Seluruh Anggota DPRD Enrekang beserta terpaksa harus mengembalikan sejumlah dana perjalanan dinas (Reses) nya tahun 2020.

Hal itu lantaran anggaran itu menjadi temuan BPK dan telah menjalani proses penyelidikan oleh Kejari Enrekang.

Kasus dugaan korupsi SPPD (Perjalanan Dinas) DPRD Enrekang yang diselediki Kejari Enrekang saat ini telah ditutup. 

Setelah anggaran hasil temuan BPK telah dikembalikan oleh para Anggota DPRD Enrekang ke kas daerah.

Salah satu anggota DPRD Enrekang, Mustain Sumaele saat dikonfirmasi membenarkan jika anggaran itu sudah dikembali ke Kas Daerah. 

Namun menurutnya itu belum masuk proses Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP).

Anggaran SPPD itu sendiri adalah biaya perjalanan Dinas dalam daerah untuk Reses 30 anggota DPRD. 

Masing-masing anggota DPRD mengembangkan dana tersebut dengan jumlah yang bervariasi. 

Besarannya paling besar Rp 15 jt sampai terendah Rp 4 juta.

Mustain mengatakan, sebenarnya kegiatan itu terlaksana hanya saja saat berada di lapangan kegiatan mereka tidak didokumentasikan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved