Breaking News:

Tribun Wajo

Kesederhanaan Bupati Wajo, Dibonceng Motor ke Lokasi-lokasi yang Dikeluhkan Warga

Bupati Wajo, Amran Mahmud pun menyambangi lokasi-lokasi yang dikeluhkan warga menggunakan sepeda motor

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Suryana Anas
Humas Pemkab Wajo
Bupati Wajo, Amran Mahmud dibonceng motor saat berkunjung ke Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Jumat (30/7/2021). 

TRIBUNWAJO.COM, PITUMPANUA - Kecamatan Pitumpanua dan Kecamatan Keera yang berada di bagian paling utara Kabupaten Wajo, membutuhkan perhatian pemerintah.

Masyarakat banyak mengeluhkan kebutuhan dasar, terkait mahalnya tarif air PDAM, banyaknya jalan yang rusak, serta kebutuhan tempat pelelangan ikan (TPI) bagi para nelayan di pesisir utara itu.

Olehnya, Bupati Wajo, Amran Mahmud pun menyambangi lokasi-lokasi yang dikeluhkan warga, Jumat (30/7/2021).

Amran Mahmud pun diajak berkeliling menggunakan sepeda motor melihat kondisi di wilayah pesisir laut itu.

Pertama, keluhan masyarakat Kelurahan Benteng, Kecamatan Pitumpanua terkait tingginya tarif air PDAM.

Orang nomor satu di Bumi Lamaddukkelleng meminta Direktur PDAM untuk segera menindaklanjuti dan memberikan solusi terbaik. 

"Air ini adalah kebutuhan vital masyarakat kita, saya minta Pak Direktur PDAM untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan mencarikan solusi," katanya.

Kedua, sejumlah ruas jalan yang membutuhkan pembenahan serta pembangunan jembatan penghubung pun di beberapa titik ditinjau langsung Amran Mahmud.

Pembenahan ruas jalan Kaluku-Tappae, dibutuhkan pemeliharaan. Amran Mahmud menyebutkan, bila anggaran swakelola di Dinas PUPRP Wajo mampu mengcover jalanan tersebut, akan segera dilakukan pengerjaan.

"Kalau memang anggaran swakelola tidak mampu, silakan untuk diusulkan di penganggaran 2022. Tapi, untuk tahap pertama, bisa dibenahi dulu misalnya diratakan dan dipadatkan," katanya.

Keberadaan jembatan Sappewalie yang saat ini kondisinya cukup memprihatinkan, juga dijanjikan akan segera dilakukan pemeliharaan sebagai langkah darurat.

"Selain jembatan ini menghubungkan Kaluku-Bakke'e-Buluawo, jembatan ini juga sangat dibutuhkan masyarakat untuk mengangkut hasil laut, tambak dalam hal ini hasil tangkapan ikan dan rumput laut, serta mempermudah mereka sampai ke lokasi tambak masing-masing," katanya.

Terkait pengembangan perikanan dan pembuatan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Dusun Bakke',e, Desa Alesilurunge itu, Amran Mahmud meminta Kadis Perikanan untuk aktif menyosialisasikan Kartu Kusuka (Kartu Usaha Perikanan).

Kunjungan Amran Mahmud itu didampingi sejumlah kepala dinas, agar mampu mengejewantahkan keinginan masyarakat di tingkat dasar. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved